BeritaParlemenWisata

Irman Gusman: Pariwisata Bisa Jadi Sektor Unggulan Penopang Ekonomi Nasional

965
×

Irman Gusman: Pariwisata Bisa Jadi Sektor Unggulan Penopang Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Senator asal Sumbar, Irman Gusman dalam forum The 1st Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2025 di Maya Sanur, Bali
Senator asal Sumbar, Irman Gusman dalam forum The 1st Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2025 di Maya Sanur, Bali. (f/dpd)

Mjnews.id – Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana membuka forum The 1st Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2025 di Maya Sanur, Bali, Sabtu (11/10/2025).

Acara yang digagas oleh Hermawan Kartajaya, founder Markplus ini dihadiri oleh Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI (2014-2019), Ketua Bali Tourism Board, I Nyoman Giri Prasta Wakil Gubernur Bali, Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT, dan para kepala daerah se-Indonesia, di antaranya Bupati Mentawai, Subang, Ngawi, Kabupaten Bandung dan Wali Kota Magelang, Kabupaten dan Wali Kota Tegal.

ADVERTISEMENT

Senator asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Irman Gusman dalam paparannya bertajuk “Masa Depan Pariwisata Indonesia: Beyond Numbers, Towards Sustainable Impact”, mendorong agar sektor pariwisata diposisikan sebagai sektor unggulan penopang perekonomian nasional, bukan lagi sekadar sektor tambahan.

Mantan Ketua DPD RI dua periode itu menegaskan bahwa pariwisata adalah “harta karun bangsa” dengan multiplier effect yang besar terhadap perekonomian nasional.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan wisatawan dapat memberikan dampak ekonomi hingga dua kali lipat. Karena itu, pariwisata tidak boleh lagi dianggap sektor tambahan, tetapi harus menjadi sektor unggulan, pilar utama pembangunan nasional,” ujar Irman.

Irman juga memberikan apresiasi atas kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dinilainya sangat impresif meskipun belum genap setahun.

“Kinerja Kemenpar di bawah kepemimpinan Ibu Widiyanti Putri Wardhana patut diapresiasi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, kementerian ini mampu menorehkan capaian luar biasa,” tutur Irman.

Sebagai informasi, di era Kemenpar Widiyanti, Undang-Undang Kepariwisataan yang baru telah disahkan dalam waktu kurang dari setahun. Kemudian, kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 10,04 juta kunjungan, rekor tertinggi sejak pandemi dan tumbuh 10,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Irman menjelaskan, pariwisata memiliki efisiensi tinggi dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, dan mendorong sektor-sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif. Karena itu perlu kesadaran semua pihak untuk sama sama membangun dan memajukan pariwisata Indonesia.

“Sektor pariwisata itu luas. Hadirnya Undang-Undang Kepariwisataan yang baru memiliki cakupan luas dan menjadi momentum penting untuk mendorong akselerasi pariwisata nasional. Artinya, pengembangan dan kemajuan sektor pariwisata membutuhkan dukungan sinergi dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah di berbagai tingkat secara terpadu,” tambahnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT