Mjnews.id – Anggota Komisi III DPR RI, Rizki Faisal menyatakan, dukungan penuh terhadap gagasan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Ia menilai, pentingnya koalisi permanen untuk memperkuat stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Rizki menegaskan, bahwa koalisi permanen adalah kebutuhan strategis agar pemerintahan berjalan efektif dan solid. Ia menyebut mekanisme ini diperlukan agar tidak muncul manuver politik yang mengganggu konsentrasi kerja kabinet.
“Koalisi permanen harus jalan. Pemerintahan Presiden Prabowo membutuhkan barisan yang solid, bukan yang plin-plan atau menciptakan drama politik,” kata Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini, Selasa (9/12/2025).
Rizki mengatakan, bahwa Golkar jelas menjaga stabilitas seperti diarahkan kepemimpinan partai.
Selain itu, Rizki Faisal juga menyoroti pernyataan Menko PM Muhaimin Iskandar yang sebelumnya melontarkan ajakan “Tobat Nasuha” kepada sejumlah menteri.
Ia menilai pernyataan tersebut tidak etis dan tidak produktif, apalagi saat pemerintah fokus menangani bencana di beberapa wilayah Sumatera.
“Saya sangat menyayangkan ucapan Cak Imin. Pernyataan seperti itu terkesan tendensius, meremehkan, dan malah mengganggu konsentrasi kerja kabinet,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Bahlil justru bergerak cepat memastikan pemulihan energi di daerah bencana. Rizki menekankan, bahwa evaluasi terhadap kinerja menteri merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai tidak seharusnya sesama menteri membuat pernyataan bernada menghakimi atau mempolitisasi isu internal kabinet.
“Yang berhak mengevaluasi menteri itu Presiden, bukan Cak Imin,” ujar anggota DPR RI Dapil Kepri tersebut.












