Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) perkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino “Godzilla”.
Langkah ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas sektor bersama Polres Muba dan instansi terkait, Selasa (14/4/2026).
Rapat yang digelar di Command Center Polres Muba tersebut diikuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, unsur TNI-Polri, serta terhubung melalui video conference dengan Wakapolri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BNPB, BMKG, dan jajaran Mabes Polri.
Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto, menegaskan bahwa pihaknya telah mengintensifkan berbagai upaya pencegahan, mulai dari pemantauan hotspot, patroli terpadu, hingga optimalisasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB).
“Sinergi antar instansi menjadi kunci utama. Dengan prediksi El Nino yang berpotensi meningkatkan kekeringan, risiko karhutla juga ikut meningkat dan harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Selain langkah pencegahan, lanjut Marko, BPBD Muba juga menyiapkan skenario penanganan tanggap darurat hingga pascabencana.
“Termasuk rencana rehabilitasi dan pemulihan wilayah terdampak,” jelasnya.
Sementara Kapolres Muba, AKBP Ruri Prastowo menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menekan potensi kebakaran sejak tahap awal.
“Semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu kebakaran lahan,” tegasnya.
Bupati Muba larang keras pembukaan lahan dengan cara membakar
Selanjutnya Bupati Muba, HM Toha Tohet melalui instruksinya menegaskan larangan keras pembukaan lahan dengan cara membakar.












