Mjnews.id – Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama jemaah salat Jumat di Masjid Muslimin, Jorong Nenan, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Jumat 8 Mei 2026.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Syaiful Wachid didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres 50 Kota. Turut hadir dalam kegiatan ini para Kasat Polres 50 Kota, Kasi Propam, Kasi Humas beserta personel Humas, serta Kapolsek Suliki bersama anggota.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan berbagai pesan kamtibmas kepada jemaah sebelum pelaksanaan khotbah Jumat. Ia menekankan pentingnya menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis di tengah keberagaman.
Kapolres 50 Kota juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di tengah kehidupan bermasyarakat. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk selalu menjaga etika dan kedewasaan dalam berkomunikasi, khususnya di ruang digital dan media sosial.
Di era informasi saat ini, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah terpengaruh oleh isu atau berita yang belum tentu kebenarannya.
“Melalui forum Jumat Curhat ini, diharapkan komunikasi antara Polri dan masyarakat dapat terjalin lebih erat sehingga berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dapat diantisipasi sejak dini,” harap AKBP Syaiful Wachid.
Usai pelaksanaan salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan dialog santai antara Kapolres dan jemaah. Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Pada kesempatan tersebut Kapolres 50 Kota juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada imam dan garin Masjid Muslimin.
Selain unsur kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat Nagari Maek, di antaranya Camat Bukit Barisan, Wali Nagari Maek, perangkat nagari hingga wali jorong, Ketua Bamus beserta anggota, Ketua KAN dan para datuak atau penghulu dari masing-masing jorong, Bundo Kanduang, Ketua Majelis Ulama Nagari (MUNA), para ulama dan tokoh agama, kepala sekolah serta ketua komite sekolah tingkat SD, SMP dan SMA sederajat, para ketua pemuda, serta tokoh masyarakat lainnya.
(Rel/Yud)












