BeritaKota PadangPendidikan

Kata-Kata Lebih Menyakitkan dari Fisik, FN CE bersama Padang Sehat Gelar Pelatihan Komunikasi Empatik

26
×

Kata-Kata Lebih Menyakitkan dari Fisik, FN CE bersama Padang Sehat Gelar Pelatihan Komunikasi Empatik

Sebarkan artikel ini
FN CE bersama Padang Sehat Gelar Pelatihan Komunikasi Empatik
FN CE bersama Padang Sehat Gelar Pelatihan Komunikasi Empatik. (f/ist)

Mjnews.id – FN Creative Event bersama Biro Padang Sehat menggelar seminar kepelatihan bertajuk “How to Communicate Without Hurting People” pada Sabtu (16/05/2026) di Kupi Batigo, Kota Padang, sebagai implementasi dari mata kuliah Manajemen Kepelatihan dan diikuti oleh 28 peserta dari kalangan mahasiswa.

Seminar menghadirkan Wahada Nadya, pendiri Padang Sehat, sebagai pemateri yang membahas pentingnya komunikasi empatik, pengelolaan emosi, self-awareness, hingga cara menyampaikan perasaan tanpa melukai orang lain.

ADVERTISEMENT

Dalam sesi materi, Wahada menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan pesan yang disampaikan, tetapi juga dengan dampak emosional yang diterima oleh lawan bicara.

“Kenapa kata-kata bisa lebih menyakitkan daripada fisik? Karena otak manusia memang dirancang seperti itu. Amigdala yang berfungsi merekam pengalaman emosional cenderung lebih mengingat kenangan buruk dibandingkan dengan kenangan baik. Terbukti kita lebih mudah menyebutkan kekurangan diri daripada kelebihan diri,” ujar Wahada saat menyampaikan materi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, hingga praktik studi kasus komunikasi. Dalam sesi praktik, peserta dibagi ke dalam lima kelompok dan diminta memerankan posisi sebagai komunikator, komunikan, dan observer. Peserta kemudian mempraktikkan berbagai bentuk komunikasi, seperti komunikasi agresif, menyalahkan, menyerang, hingga pasif-agresif.

Setelah simulasi dilakukan, observer dari masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil pengamatan serta memberikan evaluasi mengenai bentuk komunikasi yang lebih sehat dan efektif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan banyaknya peserta yang berbagi pengalaman terkait konflik komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta juga menanyakan bagaimana cara menghadapi seseorang yang cenderung menghindari konflik atau avoidant.

Menanggapi hal tersebut, Wahada menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dalam sebuah hubungan.

“Ada orang yang ingin cepat menyelesaikan masalah, ada juga yang membutuhkan waktu. Kuncinya adalah komunikasi. Orang dengan tipe avoidant perlu memberikan kejelasan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar pihak lain tidak merasa digantung,” jelasnya.

Selain sesi materi dan praktik, seminar ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai komunikasi sehat, regulasi emosi, dan pentingnya emotional safety dalam interaksi sosial.

Melalui kegiatan ini, FN Creative Event bersama Padang Sehat berharap peserta dapat lebih sadar dalam menggunakan kata-kata, memahami emosi diri sendiri maupun orang lain, serta membangun komunikasi yang lebih sehat, empatik, dan asertif dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Penulis, Muhammad Fadhlan Athariq, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand) Padang

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT