BeritaKota Payakumbuh

Tekan Stunting, Payakumbuh Selatan Luncurkan Program Kolaborasi “SERIBU Asa”

4
×

Tekan Stunting, Payakumbuh Selatan Luncurkan Program Kolaborasi “SERIBU Asa”

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kecamatan Payakumbuh Selatan Luncurkan Program Kolaborasi "SERIBU Asa untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil"
Pemerintah Kecamatan Payakumbuh Selatan Luncurkan Program Kolaborasi "SERIBU Asa untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil". (f/pemko)

Mjnews.id – Implementasikan arahan kebijakan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta terkait percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif, Kecamatan Payakumbuh Selatan meluncurkan program inovasi bertajuk “SERIBU Asa untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil”.

Gerakan berbasis gotong royong sosial ini mulai menyasar keluarga dengan anak stunting dan ibu hamil di Kelurahan Balai Panjang, pada Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

Program ini tidak bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan mengandalkan dana dari donatur serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder).

Camat Payakumbuh Selatan, Dewi Mulia, mengungkapkan bahwa inovasi SERIBU Asa lahir sebagai bentuk penerjemahan instruksi Wali Kota Zulmaeta yang menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa diselesaikan secara ego-sektoral, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat secara berkesinambungan.

“SERIBU Asa ini adalah gerakan kolaborasi nyata. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, kami merangkul donatur dan stakeholder yang peduli untuk bersama-sama mendampingi anak stunting dan ibu hamil sejak masa kandungan,” kata Dewi Mulia.

Menurut Dewi, persoalan gizi buruk dan stunting memerlukan penanganan berlapis yang melampaui batas kerja satu instansi pemerintahan tingkat kecamatan maupun kelurahan.

Untuk memastikan intervensi berjalan efektif, penyaluran bantuan di Kelurahan Balai Panjang tersebut turut melibatkan sinergi dari Lurah setempat, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), hingga Penyuluh Agama Islam dari KUA Payakumbuh Selatan, Firdaus.

Keterlibatan Penyuluh Agama dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi. Melalui pendekatan sosial dan keagamaan, masyarakat diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan ibu hamil dan memenuhi hak gizi anak adalah bagian dari tanggung jawab moral serta agama.

Lebih jauh, Pemerintah Kecamatan Payakumbuh Selatan berharap program ini tidak sekadar bersifat karitatif atau berhenti pada pemberian bantuan materiil semata. Edukasi berkelanjutan diharapkan mampu merubah pola pikir kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan gizi.

“Kita berharap gerakan SERIBU Asa ini bisa terus bergulir dan memantik kepedulian yang lebih luas di tengah masyarakat. Dengan demikian, pendampingan terhadap anak stunting dan ibu hamil dapat berjalan secara masif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Dewi.

(MC)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT