BeritaParlemenSumatera Barat

Ketua DPRD Sumbar: Guru PPPK Punya Peran Besar Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

8
×

Ketua DPRD Sumbar: Guru PPPK Punya Peran Besar Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi dalam Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Provinsi Sumatera Barat
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi dalam Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Provinsi Sumatera Barat. (f/ist)

Mjnews.id – Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran di dalam kelas. Lebih dari itu, guru memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, karakter, akhlak, sekaligus mempersiapkan masa depan peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat memberikan arahan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Provinsi Sumatera Barat, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Muhidi, guru memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi yang akan membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Tantangan tersebut semakin besar seiring perubahan dunia yang berlangsung cepat dan berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan.

“Pendidik bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan. Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu menjadi kompetensi yang memberikan manfaat,” kata Muhidi.

Ia menilai sekolah harus menjadi ruang yang mampu menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri peserta didik. Anak-anak perlu terus didorong agar memiliki kemauan belajar, berani berkembang, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.

Muhidi juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam mendidik generasi muda. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada guru, tetapi membutuhkan hubungan yang kuat antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat.

“Kalau kita mengelola anak-anak, tidak bisa sendiri. Kebersamaan dan silaturahmi menjadi kunci. Dengan komunikasi yang baik, banyak hal positif yang bisa kita bangun bersama,” ujarnya.

Ia mengingatkan, Indonesia akan memasuki satu abad kemerdekaan pada 2045. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dipersiapkan sejak sekarang agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi persoalan di masa mendatang.

Karena itu, generasi yang dipersiapkan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Peserta didik juga perlu memiliki kekuatan iman, akhlak yang baik, wawasan luas, serta kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

“Kita berharap dalam 10 tahun ke depan bisa mencetak SDM yang unggul. Generasi yang kuat imannya, mulia akhlaknya, luas ilmu pengetahuannya dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan,” tuturnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT