BeritaBlitar

Karaoke Jojoo Tutup Sementara, Mediasi Warga Diminta Segera Diselesaikan

610
×

Karaoke Jojoo Tutup Sementara, Mediasi Warga Diminta Segera Diselesaikan

Sebarkan artikel ini
a1 426 690x550 1

Mjnews.id – Kisruh antara Kafe Karaoke Jojoo dengan warga sekitar berujung pada penutupan sementara kafe tersebut. Penutupan ini disepakati dalam pertemuan antara Komisi II DPRD Kota Blitar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, dan manajemen Kafe Jojoo pada Rabu (26/6/2024).

Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah untuk meredakan ketegangan dan memberi ruang bagi proses mediasi antara pihak manajemen kafe dengan warga. Mediasi diharapkan dapat menyelesaikan konflik yang terjadi dan menemukan solusi yang memuaskan kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, menegaskan bahwa manajemen Jojoo harus secepatnya menyelesaikan mediasi dengan warga. “Kita tadi menyepakati selama proses mediasi manajemen Jojoo dan rekan-rekan paguyuban aktivitas Jojoo sementara ditutup,” ujarnya.

Pemberian waktu selama 1 minggu diberikan kepada manajemen Jojoo untuk menyelesaikan mediasi. Selama masa penutupan, kafe karaoke Jojoo tidak diperbolehkan beroperasi.

“Makanya tadi kita juga sampaikan kalau ada kesepakatan antara manajemen Jojoo dengan paguyuban kita di Komisi II untuk dibuatkan berita acara kesepakatan yang mereka lakukan ini akan jadi bukti bahwa mediasi antara manajemen dan paguyuban sudah terjadi,” tegas Yohan.

Sementara itu, pihak manajemen Kafe Jojoo menyatakan akan mengikuti hasil kesepakatan dan menutup sementara operasional kafe.

“Kita menghargai dari Komisi II kalau memang kesepakatan kita akan tutup beroperasi jadi sama-sama enak kedua belah pihak,” kata Heru Sugeng Priyanto, pengelola kafe karaoke Jojoo Blitar.

Heru juga menjelaskan bahwa selama ini kafe Jojoo telah melibatkan warga sekitar dalam operasionalnya.

“Total ada 15 orang pekerja dari warga sekitar yang dipekerjakan di kafe karaoke tersebut,” ujarnya.

Pihak manajemen Jojoo berjanji akan segera menyelesaikan mediasi dengan warga agar para pekerja dapat kembali bekerja.

“Kita akan mengupayakan secepatnya karena kasihan mereka-mereka. Kita akan cari solusi seperti apa. Yang jelas kita akan secepatnya kita selesaikan itu,” tutup Heru.

Penutupan sementara Kafe Jojoo diharapkan dapat menjadi solusi untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan bagi penyelesaian konflik yang terjadi. Diharapkan mediasi dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan solusi yang adil bagi semua pihak. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT