Dari bakti sosial tahap pertama, memberikan dampak akses air untuk mengairi 35 hektare lahan sawah yang selama ini tidak mendapatkan akses air. Sedangkan pada tahap kedua yang dilaksanakan ada 16-26 Juni 2025 ini berdampak pada kemudahan akses transportasi masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Berkat kerja keras ini, pemerintah nagari, Badan Musyawarah Nagari, dan masyarakat sepakat untuk menamai jalan yang baru dibangun tersebut menjadi Jalan Pandeka Lauik Sati. Harapannya bisa mengingatkan masyarakat kerja sama yang dilakukan bersama dengan TNI AL.
Suksesnya pembangunan ini pun tak lepas dari keikhlasan masyarakat yang tanahnya digunakan untuk membangun jalan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Danlantamal II Padang dan Pemerintah Kabupaten. Kalau seandainya ‘kurang laweh tapak tangan kami, jo nyiru kami tampuang’. Seandainya pekerjaan ini terus dilaksanakan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat,” kata Muis Dt. Patiah Batuah, sang pemilik lahan.
Jika ke depan pembangunan ini dilanjutkan, Muis pun tak segan untuk kembali menyumbangkan tanahnya demi kemaslahatan masyarakat.
(sus)












