pemkab muba
BeritaKota Payakumbuh

Wawako Payakumbuh Apresiasi Panitia Satu Nagari Satu Event di Limbukan

76
×

Wawako Payakumbuh Apresiasi Panitia Satu Nagari Satu Event di Limbukan

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman. (f/pemko)

Senada dengan itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra Dt. Rajo Mantiko Alam, juga menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menilai, program “Satu Nagari Satu Event” adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menggali potensi lokal.

ADVERTISEMENT

“Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi memperkenalkan potensi budaya, ekonomi kreatif, hingga kuliner dan kerajinan khas setiap nagari. Khusus untuk Limbukan, saya melihat potensi yang luar biasa dari segi adat, SDM, dan kekayaan tradisional yang patut dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD akan terus berkomitmen mendukung kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada pengembangan nagari serta membuka ruang partisipasi masyarakat seluas-luasnya.

“Sebagai Sumando Rang Limbukan, Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan membangun Payakumbuh yang lebih maju, berbudaya, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam, mengharapkan kegiatan ini dapat menghidupkan kembali adat istiadat di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangkitkan kembali kelestarian adat salingka nagari di 10 nagari yang ada di Payakumbuh. Yang dilandasi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Untuk Bamamak dijelaskan Ketua KAN Limbukan, PB Dt. Mogek Bosa Nan Hitam, bahwa prosesi adat Bamamak di Nagari Limbukan adalah prosesi bergabungnya warga pendatang ke salah satu kelompok Suku/Kaum yang dipimpin oleh seorang Mamak di Nagari Limbukan.

Prosesi Bamamak ini terbagi 2 yaitu Manyanda dan Malakok. Sebagai langkah awal, warga pendatang dapat menempuh prosesi Manyanda, yang mana prosesi ini tidaklah sulit dan rumit.

Warga pendatang tinggal mencari Mamak tempat “Manyanda”, kemudian meminta persetujuan dari Mamak tersebut dan terakhir mengadakan jamuan sederhana dengan singgang ayam, sudah bisa diterima sebagai kamanakan dari Mamak tersebut.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT