Para guru peserta pelatihan pun menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka menilai pemanfaatan ChatGPT sangat membantu dalam merancang bahan ajar yang lebih variatif.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami. Ternyata, teknologi AI bisa menjadi sahabat guru dalam menyusun materi pembelajaran. Kami juga jadi lebih termotivasi untuk menulis dan melakukan penelitian,” ujar salah seorang peserta.
Kegiatan ini dikemas secara interaktif dengan praktik langsung, diskusi kelompok, serta simulasi pembuatan media pembelajaran digital. Selain itu, peserta juga mendapatkan bimbingan untuk menyusun proposal penelitian kolaboratif yang nantinya akan diarahkan menuju publikasi ilmiah.
Program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Dengan melibatkan guru sebagai mitra utama, diharapkan lahir inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tanah Datar.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Quality Education. Melalui peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan budaya riset, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta relevan dengan tuntutan global.
(hms/eds)
#beritaunp #SDGs












