Mjnews.id – Renovasi dan penambahan ruang Puskesmas Banja Loweh, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, yang dikerjakan CV. Pangeran Di Sukses (PDS), berpotensi mangkrak.
Pasalnya, pembangunan Puskesmas Banja Loweh yang dikerjakan CV. PDS tersebut, rumor beredar adalah miilik orang dekat Bupati Safni Sikumbang, seyogyanya dilelang secara terbuka, namun terkesan dipaksakan di sistem e-Katalog.
“Siapa pemenangnya telah bisa ditebak, yakni perusahaan milik orang dekat Bupati tersebut,” ungkap beberapa pelaku Jasa Konstruksi Luak Lima Puluh Kota.
Selain itu, menurut pengamat Jasa Konstruksi, Novri Hendri, ST saat bincang-bincang dengan media, paket yang dilabel dengan pagu Rp 2.864.437.000- yang bersumber dari DAK 2025, dan benar dikerjakan CV PDS dengan tawaran Rp 2.795.870.450,- (tercatat tawaran turun Rp.68.566.550 atau 2,39 persen dari Pagu Dana), berpotensi telah terjadi kongkalikong penetapan pemenang lelang tersebut.
“Padahal pekerjaan Puskesmas Banja Loweh tersebut sesuai kontrak tanggal 28 Juli 2025, pelaksanaan hingga 24 Desember 2025 ( 150 hari kalender), di mana pekerjaannya memasuki 6 Minggu, pekerjaannya mencapai bobot 11 persen, yakni pengerjaan slof dan pembesian pondasi,” ujar Novri Hendri saat ditanya wartawan, Sabtu 20 September 2025.
Sementara itu, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), Yulia Masna yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota mengatakan, untuk kegiatan proyek Puskesmas Banja Loweh, rekanannya akan kita tegur atas lambannya progres pekerjaan renovasi tersebut.
“Kendati progres pekerjaannya dimulai dari pengosongan lahan dan pembongkaran bangunan lama, sampai saat ini, progresnya masih 11 persen,” ujar Yulia via pesan singkat WhatsApp kepada wartawan baru-baru ini.
Dijelaskan Yulia, proyek Puskesmas Banja Loweh dilelang melalui sistem E-Katalog versi V dengan pagu anggaran sebesar Rp 2.864.437.000 yang bersumber dari DAK 2025. Proyek itu dikerjakan oleh CV Pangeran Di Sukses dengan nilai Kontrak sebesar Rp 2.795.870.450.
“Sesuai kontrak, pekerjaan tersebut dijadwalkan selesai selama 150 hari kelender. Sekarang sudah minggu ke 6, tapi masih pengerjaan pondasi,” katanya lagi.
Ditambahkan Yulia Masna, proses tender diseleksi sesuai mekanisme e-Katalog. Tak ada indikasi main mata, hanya menyeleksi kesesuaian
“Untuk pekerjaan Banja Loweh, melebihi 5 persen dari schedule. Karena, diawali volume pembongkaran dan penggalian pondasi 6 meter,” tutupnya.










