Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung, Sumatera Barat, mendukung Tim Ekspedisi Patriot untuk melakukan kajian dan penelitian pada Kawasan Transmigrasi Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru dan sekitarnya.
Diketahui, kegiatan itu menjadi bagian dari program strategis Transmigrasi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi, dengan tujuan tidak hanya memeratakan persebaran penduduk, tetapi juga memperkuat integrasi ekonomi di kawasan transmigrasi.
“Dengan adanya tim ekspedisi patriot di Kabupaten Sijunjung dapat menggali potensi dan masalah yang ada di kawasan Transmigrasi Muaro Takung Kamang Baru,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sijunjung, David Rinaldo saat ditemui awak media, Jumat (3/10/2025).
Adapun tim ekspedisi patriot itu terdiri dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Tim ini akan menjalankan tugas negara dalam meneliti dan memetakan serta menyusun rekomendasi untuk menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam program transmigrasi nasional di kawasan transmigrasi Muaro Takung,” jelasnya.
Dikatakan David, pihaknya telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) antar instansi dalam mendukung program Tim Ekspedisi Patriot pada Kamis 2 Oktober 2025.
“Kegiatan FGD kita lakukan guna menjalin sinergitas dan koordinasi antar instansi untuk membahas strategi dan rencana aksi dalam meningkatkan efektivitas program,” ungkap mantan Kadis Kominfo itu.
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Dr. Zefnihan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan tim ekspedisi patriot UNDIP, IPB dan ITB yang merupakan program unggulan dari Kementerian Transmigrasi.
“Semoga hasil ekspedisi ini dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan kawasan transmigrasi,” katanya saat membuka kegiatan FGD di Operationroom Kantor Bupati setempat.
Sekda menekankan pentingnya integrasi lintas sektor serta keberlanjutan program.
“Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran akademisi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan transmigrasi yang lebih maju dan inklusif,” jelas Zefnihan.










