BeritaSumatera Barat

Kunjungi Sumbar, Menteri HAM Natalius Pigai: Orang Minangkabau Cerdas dan Masakannya Enak

666
Gubernur Mahyeldi sambut kunjungan Menteri HAM, Natalius Pigai beserta rombongan di Istana Gubernur
Gubernur Sumbar, Mahyeldi sambut kunjungan Menteri HAM, Natalius Pigai beserta rombongan di Istana Gubernur. (f/pemprov)

Mjnews.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai beserta rombongan berkunjung ke Sumatera Barat (Sumbar), disambut Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernur, Jumat (17/10/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi mengucapkan selamat datang di Ranah Minang. Kunjungan ini sekaligus mempererat sinergi dan kolaborasi dalam rangka pemajuan P5 HAM, yaitu Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia di Provinsi Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa masyarakat Sumbar sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Kondisi ini sejalan dengan jati diri Sumbar sebagai daerah yang memiliki falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”

Falsafah ini mencerminkan pandangan hidup masyarakat Minangkabau yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab sosial sebagai landasan kehidupan bersama.

Nilai-nilai tersebut sangat sesuai dengan prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia yang menekankan pada penghormatan terhadap martabat dan kesetaraan setiap individu.

Kepedulian itu juga diikuti oleh setiap Kabupaten/Kota Peduli HAM (KKP HAM). Pada tahun lalu Sumbar termasuk salah satu provinsi yang memperoleh penghargaan atas keberhasilannya dalam melakukan pembinaan kepada pemerintah kabupaten dan kota dalam upaya mewujudkan daerah yang peduli terhadap pemajuan hak asasi manusia.

Karena Pemprov Sumbar secara rutin melaporkan pelaksanaan Aksi HAM setiap tahunnya, sehingga pada tahun 2024 memperoleh nilai capaian akhir yang cukup baik yakni 85,3.

“Kami terus berupaya meningkatkan kepedulian HAM,” ucap Mahyeldi.

Salah satu buktinya, aksi demonstrasi besar-besaran terjadi hampir setiap daerah di Indonesia pada bulan Agustus lalu, bahkan aksi tersebut diiringi dengan anarkis, namun di Sumbar tidak terjadi hal seperti itu.

“Nyata sekali bahwa masyarakat peduli dengan HAM. Hak Mahasiswa dan masyarakat menyampaikan aspirasinya, kami terima melalui musyawarah dan mufakat dengan duduk bersama,” terangnya.

Exit mobile version