BeritaKota Bukittinggi

Tim Satgas Tanggap Bencana UMNatsir Bukittinggi Ungkap Kisah Haru Korban Banjir dan Galodo di Salareh Aia Timur Agam

118
×

Tim Satgas Tanggap Bencana UMNatsir Bukittinggi Ungkap Kisah Haru Korban Banjir dan Galodo di Salareh Aia Timur Agam

Sebarkan artikel ini
Tim Satgas Tanggap Bencana UMNatsir Bukittinggi di Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam
Tim Satgas Tanggap Bencana UMNatsir Bukittinggi di Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam. (f/ist)

Mjnews.id – Ketua Tim Satgas Tanggap Bencana Universitas Mohammad Natsir (UMNatsir) Bukittinggi, Hengki Januardi bersama Rektor Afridian Wirahadi Ahmad, beserta anggota Tim Tanggap Bencana melaksanakan distribusi logistik dan layanan pendataan masyarakat secara door to door di Nagari Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam, wilayah yang terdampak bencana banjir dan galodo, Selasa 16 Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi dalam memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan secara tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Distribusi logistik dilakukan langsung ke rumah-rumah warga terdampak dan lokasi pengungsian, meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan bayi, serta kebutuhan mendesak lainnya.

Di sisi lain, layanan pendataan masyarakat door to door dilakukan untuk memperoleh data akurat terkait korban, kondisi kesehatan, serta kebutuhan lanjutan pascabencana.

Ungkap Kisah Haru Korban Banjir dan Galodo

Dalam proses pendataan tersebut, tim menemukan sejumlah kisah kemanusiaan yang menggugah dan mencerminkan kuasa Ilahi di tengah musibah.

Salah satunya adalah kisah seorang bayi bernama Fathan, yang ditemukan warga dalam keadaan selamat setelah banjir dan galodo melanda kawasan Salareh Aia. Bayi tersebut ditemukan terbaring di atas jerami, sekitar 100 meter dari jejak rumah keluarganya yang telah hancur diterjang galodo.

Ayah Fathan sempat berhasil diselamatkan oleh warga, namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia menjelang waktu subuh. Sementara itu, ibu, kakak, nenek, serta anggota keluarga lainnya meninggal dunia saat galodo menerjang permukiman warga.

Keselamatan Fathan menjadi simbol harapan dan pengingat akan kebesaran Tuhan di tengah duka mendalam masyarakat.

Selain itu, tim juga mendata seorang anak bernama Zafran, berusia empat tahun yang selamat bersama ayahnya. Zafran mengalami patah kaki dan membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Dalam peristiwa yang sama, ibu korban yang tengah mengandung delapan bulan serta kakaknya dinyatakan meninggal dunia.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT