“Jadi sangat rugi kalau tidak pulang kampuang saat Potang Balimau,” tambahnya.
Dijelaskan Safni, bahwa Potang Balimau adalah salah satu atraksi budaya terbesar dan paling meriah di Limapuluh Kota, sehingga perlu terus dilestarikan sebagai warisan turun-temurun.
Ia juga mengapresiasi gotong royong masyarakat dan panitia dalam menyukseskan acara ini.
“Tahun depan Potang Balimau Nagari Pangkalan bakal kita suport dengan bentuk senilai 50 juta rupiah, juga bakal kita jadikan kalender tahunan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Limapuluh Kota,” tutup Safni.
(Yud)












