Tahap berikutnya akan memperluas layanan Trans Paliko untuk rute Payakumbuh–Lima Puluh Kota, dan tahap ketiga akan menghubungkan Bukittinggi dengan Payakumbuh sebagai bagian dari integrasi kawasan aglomerasi.
Rencana layanan Trans Paliko mencakup beberapa koridor utama, yakni Koridor I Terminal Koto Nan IV–Pasar Payakumbuh–Dangung-Dangung–Suliki–Pasar Suliki;
Koridor II Pasar Piladang–Terminal Koto Nan IV–Pasar Payakumbuh–Tanjung Pati–Harau; serta Koridor III Terminal Koto Nan IV–Pasar Payakumbuh–Halaban.
Zulmaeta menilai pengembangan angkutan perkotaan berbasis kawasan ini akan memperkuat pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata, sekaligus mempererat hubungan kota inti dengan wilayah penyangga.
“Transportasi publik yang terintegrasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung program angkutan massal berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah pusat,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota di Sumbar, antara lain Wali Kota Padang, Bupati Lima Puluh Kota, Wakil Bupati Padang Pariaman, Wakil Wali Kota Pariaman, serta Kepala BPTD Kelas II Sumatera Barat.
(MC/yud)
