pemkab muba
BeritaKabupaten SolokPendidikan

Pemkab Solok terus Perkuat Upaya Pencegahan Pekat dan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda

331
×

Pemkab Solok terus Perkuat Upaya Pencegahan Pekat dan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Wabup Solok, H. Candra memberikan sambutan dalam sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat (Pekat) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda
Wabup Solok, H. Candra memberikan sambutan dalam sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat (Pekat) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. (f/pemkab)

Bahaya laten Pekat

Wakil Bupati Solok, H. Candra, mengingatkan para pelajar akan bahaya laten penyakit masyarakat, termasuk narkoba dan pergaulan bebas, yang dapat merusak masa depan.

Ia juga menyinggung ancaman penyakit menular seperti HIV/AIDS yang kerap tidak disadari sejak dini.

ADVERTISEMENT

“Ketika masih muda, dampaknya mungkin belum terasa. Namun saat kondisi tubuh menurun, penyakit itu bisa berkembang menjadi sangat berbahaya. Karena itu, pencegahan sejak dini sangat penting,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran keluarga dan nagari dalam menjaga moral dan perilaku generasi muda. Menurutnya, regulasi berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam menciptakan ketertiban sosial.

Ia mencontohkan Nagari Paninggahan yang konsisten menerapkan larangan hiburan malam selama lebih dari dua dekade, sehingga mampu menekan konflik sosial di masyarakat.

“Sebelum aturan itu ada, hampir setiap pekan terjadi konflik. Setelah diterapkan, kondisi menjadi jauh lebih kondusif,” ungkapnya.

Wabup juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir kegiatan yang melanggar norma, termasuk hiburan malam tanpa izin yang berpotensi menimbulkan perilaku menyimpang.

“Baru-baru ini ada hiburan malam yang disiarkan langsung di media sosial dan mengarah pada tindakan asusila. Malam itu juga langsung kami tindak dan dibubarkan karena tidak memiliki izin,” tegasnya.

Menurutnya, pendekatan sanksi sosial berbasis adat dan budaya lokal terbukti lebih efektif dalam memberikan efek jera dibandingkan sanksi formal semata.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap terbangun kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat akan bahaya laten penyakit sosial.

(sis)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT