BeritaKabupaten SolokPendidikan

Pemkab Solok terus Perkuat Upaya Pencegahan Pekat dan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda

298
×

Pemkab Solok terus Perkuat Upaya Pencegahan Pekat dan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Wabup Solok, H. Candra memberikan sambutan dalam sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat (Pekat) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda
Wabup Solok, H. Candra memberikan sambutan dalam sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat (Pekat) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Solok terus memperkuat upaya pencegahan penyakit masyarakat (Pekat) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar pelajar di dua lokasi, yakni MTsN 3 Solok di Alahan Panjang dan MTsN 6 Solok di Talang Babungo, Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, yang hadir bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Zulkifli, S.Ag., M.M., serta unsur Forkopimcam, jajaran pendidikan, tokoh masyarakat, dan ratusan pelajar dari Kecamatan Lembah Gumanti dan Hiliran Gumanti.

ADVERTISEMENT

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lembah Gumanti, Camat Hiliran Gumanti, perwakilan Kejaksaan Negeri Solok Cabang Alahan Panjang, Kapolsek Lembah Gumanti, Kepala KUA, Koordinator Wilayah Pendidikan, para kepala sekolah dan madrasah, wali nagari, kepala jorong, komite sekolah, hingga guru Pendidikan Agama Islam.

Kepala MTsN 3 Solok, Rusmaida, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam pembinaan karakter generasi muda.

“Sejak saya dipercaya memimpin MTsN 3 Solok pada 1 Juli 2025, kami berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya berbagai bentuk penyakit sosial di kalangan remaja.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Zulkifli, menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama dalam mencegah perilaku menyimpang.

“Masih banyak generasi muda yang belum mampu membaca Al-Qur’an, tidak melaksanakan shalat, dan jauh dari masjid. Ini menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kemenag Kabupaten Solok mendorong seluruh madrasah dan pesantren untuk memperkuat praktik keagamaan di lingkungan pendidikan, termasuk penyediaan fasilitas ibadah dan pembiasaan shalat berjamaah.

“Kami mendorong adanya masjid atau mushalla di setiap madrasah, serta pelaksanaan shalat berjamaah minimal dua kali sehari, yaitu Dzuhur dan Ashar. Ini penting untuk membentuk karakter disiplin dan religius siswa,” tambahnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT