BeritaKabupaten Dharmasraya

Pemkab Dharmasraya Salurkan Bantuan Permakanan untuk Ibu Hamil

24
×

Pemkab Dharmasraya Salurkan Bantuan Permakanan untuk Ibu Hamil

Sebarkan artikel ini
Pemkab Dharmasraya Salurkan Bantuan Permakanan untuk Ibu Hamil
Pemkab Dharmasraya Salurkan Bantuan Permakanan untuk Ibu Hamil. (f/ist)

Mjnews.id – Salah satu program yang sejak awal digaungkan untuk memperkuat gizi ibu hamil kini mulai direalisasikan melalui pemberian bantuan permakanan bagi ibu hamil tahun 2026. Komitmen pasangan Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani dan Leli Arni, dalam menangani stunting mulai diwujudkan secara nyata.

Untuk tahap pertama, bantuan diserahkan kepada ibu hamil di Kecamatan Pulau Punjung dan Kecamatan Sitiung. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Martin Efendi, mewakili Bupati Dharmasraya, di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kecamatan Pulau Punjung, Sungai Dareh, Selasa (12/05/2026). Selanjutnya, program tersebut akan disalurkan secara bertahap ke seluruh kecamatan di Kabupaten Dharmasraya.

ADVERTISEMENT

Penyerahan bantuan turut disaksikan dan dilaksanakan bersama Camat Pulau Punjung, Erik Harja, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Hj. Radianti, serta Ketua Baznas Dharmasraya, Z. Lubis.

Program bantuan tersebut menyasar 141 ibu hamil dari kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin ekstrem. Setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan permakanan senilai Rp3 juta yang diberikan secara bertahap sekali setiap bulan selama masa kehamilan dan akan dilanjutkan hingga enam bulan setelah melahirkan atau masa menyusui.

Martin Efendi menjelaskan, menu bantuan yang dibagikan telah direkomendasikan oleh ahli gizi guna membantu pemenuhan nutrisi ibu hamil dan ibu menyusui. Paket bantuan tersebut terdiri dari susu ibu hamil, telur, kacang hijau, minyak goreng dan sari roti.

“Penyaluran dilakukan sekali sebulan dan dibagikan pada minggu kedua setiap bulannya. Ini merupakan paket bantuan per bulan selama masa kehamilan dan dilanjutkan selama enam bulan untuk ibu menyusui,” ujar Martin Efendi.

Ia menegaskan, program tersebut dirancang sebagai bantuan berkelanjutan mulai dari masa kehamilan hingga enam bulan masa menyusui, sehingga kesehatan ibu dan bayi dapat terus dipantau secara maksimal.

Martin Efendi juga menyebutkan, data penerima bantuan diperoleh dari hasil pendataan Puskesmas di masing-masing wilayah. Data tersebut akan terus diperbarui setiap bulan agar penyaluran bantuan tetap tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.

“Data penerima berasal dari Puskesmas dan akan di-update setiap bulan. Jadi program ini benar-benar dipantau agar tepat sasaran,” katanya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT