BeritaInfrastrukturKabupaten Solok

Pemkab Solok Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan di Lokasi Rawan Kecelakaan Jembatan Kutianyie Nagari Surian

7
×

Pemkab Solok Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan di Lokasi Rawan Kecelakaan Jembatan Kutianyie Nagari Surian

Sebarkan artikel ini
Pemkab Solok Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan di Lokasi Rawan Kecelakaan Jembatan Kutianyie Nagari Surian
Pemkab Solok Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan di Lokasi Rawan Kecelakaan Jembatan Kutianyie Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat menindaklanjuti persoalan rawan kecelakaan di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, pasca kecelakaan tunggal yang dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, beberapa waktu lalu.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Solok menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan guna mendukung pelebaran jalan nasional di titik rawan tersebut.

ADVERTISEMENT

Mewakili Bupati Solok, Wakil Bupati Solok, H. Candra menyampaikan bahwa pembentukan tim dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyelesaikan persoalan yang telah lama terjadi di lokasi tersebut.

“Kita sudah mengadakan rapat koordinasi dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan masyarakat di lokasi itu. Ini bagian dari upaya membantu balai jalan nasional dalam percepatan penyelesaian persoalan yang ada,” ujar Candra, Rabu (20/05/2026).

Ia menjelaskan, proses pembebasan lahan harus melalui tahapan dan mekanisme sesuai aturan karena berkaitan dengan penggunaan keuangan negara. Saat ini, tim tengah melakukan kajian serta konsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna menentukan nilai ganti rugi lahan sesuai regulasi yang berlaku.

Meski ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat karena berstatus jalan nasional, Pemkab Solok tetap berkomitmen membantu percepatan penyelesaian demi keselamatan masyarakat. Koordinasi pun terus dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BPJN Sumbar.

“Ini demi kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan. Pemerintah daerah siap membantu agar persoalan ini segera terselesaikan,” tegasnya.

Sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok telah menurunkan tim teknis ke lokasi sejak Selasa (19/05/2026).

Lampu penerangan jalan dan road barrier di lokasi rawan kecelakaan

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Muhammad Djoni mengatakan pihaknya telah memasang lampu penerangan jalan dan road barrier di sekitar tikungan dan area jembatan guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

Selain itu, Dishub juga akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan rambu tambahan dan penguatan sistem keselamatan jalan di kawasan tersebut.

Diketahui, kawasan Jembatan Kutianyie selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat tikungan tajam dan penyempitan badan jalan yang dipicu belum tuntasnya pembebasan lahan. Bahkan, sebelum kecelakaan yang dialami Wagub Sumbar, pada hari yang sama juga dilaporkan terjadi beberapa kecelakaan lain di lokasi tersebut.

(Siska)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT