pemkab muba
BeritaSumatera Barat

Gubernur Sumbar Resmikan Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi

28
×

Gubernur Sumbar Resmikan Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Resmikan Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi
Gubernur Sumbar, Mahyeldi resmikan Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah resmikan pemakaian Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi, Sabtu (18/7/2026). Hal ini sebagai salah satu langkah nyata penguatan pendidikan karakter yang diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan berasrama.

Menurut Mahyeldi, kehadiran asrama merupakan bagian dari strategi Pemprov Sumbar dalam menyiapkan generasi perempuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global menuju Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, pendidikan saat ini tidak lagi cukup berorientasi pada capaian akademik semata. Di tengah bonus demografi dan pesatnya perkembangan teknologi, transformasi digital, serta kecerdasan artifisial (AI), pendidikan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, beriman, berakhlak, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Minangkabau.

Dalam konteks itulah, kata Mahyeldi, Program Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi menjadi salah satu ikhtiar Pemprov Sumbar untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebuah bangunan asrama bukanlah sekadar susunan bata, semen, dan atap. Ia adalah ikrar bahwa masa depan anak-anak perempuan kita akan dijaga dengan sungguh-sungguh. Pendidikan akan selalu menjadi prioritas utama pembangunan,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, sistem pendidikan berasrama dipilih karena mampu menumbuhkan berbagai nilai positif, seperti disiplin, religiusitas, kemandirian, kepemimpinan, semangat gotong royong, serta budaya belajar yang kuat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi dibangun melalui interaksi dan kebiasaan yang berlangsung setiap hari di lingkungan asrama.

Karena itu, Mahyeldi mengajak para siswi memanfaatkan kesempatan tinggal di asrama sebagai proses menempa diri menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.

“Asrama bukanlah pembatas kebebasan. Asrama adalah kesempatan emas yang tidak semua anak Indonesia miliki untuk membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh sejak usia muda,” tegasnya.

Kepada para orang tua, Mahyeldi meminta agar memberikan kepercayaan penuh terhadap program tersebut. Ia memastikan pemerintah bersama pihak sekolah dan para guru akan menjadi mitra sekaligus orang tua kedua yang mendampingi para siswi selama menjalani pendidikan di lingkungan asrama.

Ia juga berharap para guru, komite sekolah, dan alumni SMAN 1 Bukittinggi terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan sekolah, tetapi juga oleh dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT