pemkab muba
BeritaKemenagKota Sawahlunto

Kemenag Kota Sawahlunto Adakan Titian Muhibah Kedua, Ajang Pembinaan Pengurus Mushalla

14
×

Kemenag Kota Sawahlunto Adakan Titian Muhibah Kedua, Ajang Pembinaan Pengurus Mushalla

Sebarkan artikel ini
Kakan Kemenag Kota Sawahlunto, Zulkifli berikan sambutan pada Titian Muhibah kedua di Mushalla Baitul Ikhlas
Kakan Kemenag Kota Sawahlunto, Zulkifli berikan sambutan pada Titian Muhibah kedua di Mushalla Baitul Ikhlas. (f/ist)

Mjnews.id – Untuk ke dua kalinya Titian Muhibah lintas sektor yang digagas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto diselenggarakan. Kali ini Titian Muhibah lintas sektor tersebut dilaksanakan di Mushalla Baitul Ikhlas yang diikuti oleh pengurus Mushalla se Kota Sawahlunto tokoh agama Islam, ormas Islam, OPD terkait dan undangan lainnya.

Titian Muhibah kali ini mengacu pada pembinaan pengurus Mushalla di Kota Sawahlunto dan juga dialog lintas sektor.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, DR. Zulkifli menyampaikan, bahwasanya Titian Muhibah yang dilaksanakan ini sebagai salah satu ajang silaturahmi, juga ajang komunikasi dan kolaborasi bersama seluruh pengurus mushalla dan kalangan tokoh penggerak organisasi Islam di Sawahlunto dan kegiatan ini akan terus berlanjut dan akan dilaksanakan secara bergantian di tempat yang berbeda.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag juga memaparkan surat Edaran yang dibuatnya di lingkup Kementerian Agama Kota Sawahlunto dengan surat Edaran nomor : B-295/KK.03.1./07/2026 tanggal 20 Juli 2026, dengan lima poin penting yang disepakati dalam pertemuan Titian Muhibah bersama para pimpinan ormas Islam.

Diantara lima poin tersebut, menghentikan aktivitas seluruh pegawai/karyawan yang beragama Islam saat adzan berkumandang.

Poin ke dua melaksanakan sholat berjamaah : Berkenan dengan hal tersebut, pegawai diimbau untuk segera menunaikan ibadah sholat fardhu secara berjamaah di mesjid atau mushalla terdekat.

Untuk Poin ke tiga, penyesuaian jadwal jegiatan, bagi unit kerja atau bidang yang sedang menyelenggarakan rapat/kegiatan agar menjadwalkan ulang atau mengistirahatkan rapat sejenak pada waktu sholat tersebut.

Poin ke empat, Pelayanan Masyarakat. Bagi pegawai yang sedang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, diharapkan dapat menyampaikan himbauan penundaan pelayanan ini dengan cara yang baik dan sopan, untuk kemudian bergantian melaksanakan sholat.

Dan untuk Poin ke lima yakni Jumpa Berlian (Jumat pagi bersihkan lingkungan).

Ini merupakan representasi Sawahlunto sebagai kota peradaban yang tak berorientasi kepada pembangunan kota secara fisik dan ekonomi, tapi perlu kebangkitan moral, spiritual, serta karakter masyarakat berlandaskan nilai agama untuk menjawab rapuhnya akidah, iman, dan tauhid generasi muda saat ini.

Ketua MUI H.Fadlih Rifenta menuturkan, pengurus mushalla adalah pelayanan umat dan tugasnya hanya pengabdian. Walau demikian diharapkan kepada beliau diharapkan mampu menjadikan mushallanya lebih bersih, dan proaktif dalam mencari sumber-sumber dana kebutuhan untuk pengembangan kegiatan mushalla.

“Ingatkan kalau ada bantuan-bantuan infak untuk Palestina tolong dicermati betul, apakah ini benar-benar dilakukan secara preventif agar dana tersebut jangan sampai dimanfaatkan dan diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu,” katanya.

Ketua BAZNAS Sawahlunto, H.Edrizon Efendi mengapresiasi gagasan Kakankemanag H.Zulkifli. Seperti dikemukakannya, Titian Muhibah merupakan sarana komunikasi, informasi, serta kolaborasi untuk pengembangan BAZNAS dalam membangun kemaslahatan ummat dalam program pendidikan keagamaan baik untuk di dalam maupun luar negeri.

(Uni)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT