pemkab muba
BeritaKabupaten Dharmasraya

Batang Siat Menghitam, Tim DLH Sumbar dan Dharmasraya Verifikasi Sungai serta IPAL 2 Perusahaan

36
×

Batang Siat Menghitam, Tim DLH Sumbar dan Dharmasraya Verifikasi Sungai serta IPAL 2 Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Tim DLH Sumbar dan Dharmasraya Verifikasi Sungai serta IPAL 2 Perusahaan
Tim DLH Sumbar dan Dharmasraya Verifikasi Sungai serta IPAL 2 Perusahaan. (f/pemkab)

Mjnews.id – Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat bersama DLH Kabupaten Dharmasraya melakukan verifikasi dan pengecekan Batang Siat serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) PT Damasraya Sawit Lestari (DSL) dan PT Hamparan Kemilau Indah (HKI).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya, Novandri Rismi, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut pengaduan warga Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak, terkait dugaan pencemaran Sungai Batang Siat.

ADVERTISEMENT

Pengaduan disampaikan warga pada 13 Agustus 2026 melalui WhatsApp dan pemberitaan media daring, setelah melihat air Sungai Batang Siat berubah menjadi kehitaman dan diduga berkaitan dengan limbah aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit.

Menindaklanjuti laporan tersebut, DLH Kabupaten Dharmasraya melakukan verifikasi lapangan pada 13 Agustus 2026 dan petugas mengambil sampel air Sungai Batang Siat. Seterusnya pada 14 Agustus 2026 DLH Dharmasraya mengirim Surat Permohonan Pelaksanaan Verifikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut kepada DLH Provinsi Sumbar.

“Pada 13 Agustus, tim DLH Kabupaten sudah turun melakukan verifikasi dan mengambil sampel air Sungai Batang Siat. Dan besoknya kami langsung mengajukan permohonan Pelaksanaan Verifikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut kepada DLH Provinsi Sumbar,” kata Novandri di Pulau Punjung, Senin (31/8/2026).

Ia menyebutkan, tim DLH Provinsi Sumatera Barat melaksanakan verifikasi selama empat hari, mulai Sabtu (29/8/2026) hingga Selasa (1/9/2026), bersama DLH Kabupaten Dharmasraya.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menyusuri aliran Sungai Batang Siat mulai dari titik awal laporan masyarakat hingga ke kawasan hulu yang terdapat aktivitas pengolahan kelapa sawit.

“Tim bersama-sama melakukan verifikasi dan pengecekan mulai dari titik awal laporan masyarakat, kemudian menelusuri aliran sungai ke arah hulu,” ujarnya.

Tim juga melakukan pengecekan terhadap kolam-kolam IPAL pada dua perusahaan, yakni PT DSL dan PT HKI, yang berada di kawasan hulu dari titik yang dilaporkan mengalami perubahan warna air.

“Tim menelusuri kondisi sungai dan juga kolam-kolam IPAL pada dua PKS, yaitu PT DSL dan PT HKI, yang berada di kawasan hulu dari titik yang dilaporkan masyarakat,” katanya.

Menurut Novandri, pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai kondisi Sungai Batang Siat serta sistem pengelolaan air limbah pada kegiatan usaha yang berada di sekitar aliran sungai tersebut.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT