Salah satu bentuk kerja sama yang telah berjalan adalah program Saemangeum Hangeul Hakdang Indonesia (SHHI) di SMKN 2 Padang. Sejak 2023, program tersebut telah berlangsung dalam tiga periode dengan jumlah peserta lebih dari 300 orang, mulai dari siswa, guru, mahasiswa, ASN hingga masyarakat umum.
Program itu tidak hanya mengenalkan bahasa Korea, tetapi juga budaya Korea melalui berbagai kegiatan, seperti peringatan Hangeul Day, pembuatan kerajinan dan masakan Korea, hingga pertunjukan budaya pada penutupan kegiatan. Program tersebut juga melahirkan Pojok Korea sebagai ruang pengenalan budaya dan bahasa Korea.
Direktur Foreigner and International Policy Affairs Provinsi Jeonbuk, Korea Selatan, Mrs. Kim Munkang, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum untuk mempererat hubungan kedua daerah.
“Terima kasih banyak atas penyambutan yang sangat hangat untuk delegasi Jeonbuk. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung dengan para pemimpin hebat Sumatera Barat di sini,” kata Kim Munkang.
Ia menyebut kerja sama yang dimulai sejak penandatanganan LoI pada 2023 telah menghasilkan sejumlah kegiatan, termasuk kelas Bahasa Korea Padang Saemangeum dan keikutsertaan dalam Jeonbuk Fermented Food Expo.
“Malam ini bukan hanya sekadar sambutan. Ini adalah awal yang baru bagi kita untuk saling memahami budaya masing-masing dan membangun kerja sama yang lebih erat di masa depan,” ujarnya.
Kim Munkang berharap hubungan Jeonbuk dan Sumatera Barat terus berkembang di berbagai bidang. “Kami berharap Jeonbuk dan Sumatera Barat dapat terus bekerja sama dan maju bersama di berbagai bidang seperti budaya, ekonomi, dan pendidikan,” katanya.
Gala dinner tersebut juga menjadi ruang pertukaran budaya secara langsung. Tamu undangan disuguhi kesenian tradisional Minangkabau berupa saluang, sementara delegasi Jeonbuk menampilkan Taekwondo dan Pansori melalui pertunjukan Simcheongga.
(Adpsb)








