Informasi Polri harus jelas, kontekstual, kredibel, konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan
Sementara Speaker dan Assessor bidang komunikasi, Margareta Manalu, mengingatkan bahwa dinamika unjuk rasa tidak berhenti di ruang fisik, tetapi berlanjut di ruang digital melalui pemberitaan, media sosial, foto, video dan berbagai narasi yang membentuk persepsi publik.
Karena itu, informasi yang disampaikan Polri harus jelas, kontekstual, kredibel, konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan. Kecepatan merespons isu juga harus diimbangi verifikasi agar komunikasi publik tidak justru memperkeruh situasi.
Melalui keikutsertaan dalam dialog tersebut, Polda Kepri memperkuat kesamaan persepsi dan kesiapan jajaran dalam mengawal penyampaian aspirasi secara profesional dan humanis, mencegah eskalasi serta memastikan informasi publik yang disampaikan Polri tetap cepat, akurat dan dapat dipercaya. (*)










