Bupati Padang Pariaman sorot kondisi sejumlah sungai besar
Menanggapi paparan tersebut, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan bahwa kunjungannya ke BWS Sumatera V bertujuan memperoleh gambaran yang jelas terkait progres berbagai program yang sedang dan akan dilaksanakan di Padang Pariaman.
Menurutnya, kebutuhan informasi tersebut sangat penting mengingat Padang Pariaman merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir dan tanah longsor.
“Karena banyak pertanyaan dari masyarakat, setidaknya saya ingin mengetahui secara langsung sejauh mana progres rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang diproses serta kapan pelaksanaannya dapat direalisasikan di lapangan,” ujar JKA.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti sejumlah sungai besar yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah, yakni Batang Anai, Muaro Batang Ulakan, Batang Tapakih, dan Batang Mangau.
Menurutnya, sungai-sungai tersebut memiliki peran strategis sekaligus menjadi titik rawan yang perlu mendapatkan perhatian serius guna mengurangi risiko bencana yang dapat mengancam permukiman maupun lahan pertanian masyarakat.
“Batang Anai merupakan induk dari banyak aliran sungai di Kabupaten Padang Pariaman. Karena itu, perlu langkah-langkah percepatan dan penanganan yang terukur agar dampak bencana dapat diminimalkan,” katanya.
Menjawab berbagai persoalan yang disampaikan, Reski Wahyudi menyatakan kesiapan pihaknya untuk menerima usulan dan data terbaru dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terkait lokasi-lokasi yang baru terdampak bencana.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi dan tindak lanjut dalam rangka mempercepat penanganan kerusakan, pengendalian banjir, serta pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Padang Pariaman.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap sinergi dengan BWS Sumatera V semakin kuat sehingga berbagai program penanganan sungai, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Demikian disampaikan Kadiskominfo Roza Suhendra kepada wartawan media ini, Selasa (6/10/2026).
(tka)







