BeritaInfrastrukturLimapuluh Kota

Jalan Amblas Sawah Bandang Nyaris Makan Korban, Politisi PAN Limapuluh Kota Minta APH Turun Tangan

69
×

Jalan Amblas Sawah Bandang Nyaris Makan Korban, Politisi PAN Limapuluh Kota Minta APH Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Jalan amblas di Sawah Bandang, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota
Jalan amblas di Sawah Bandang, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. (f/ist)

Mjnews.id – Seorang ibu muda dan anaknya yang masih balita dilaporkan jatuh dan terperosok ke dalam lubang jalan menganga berukuran lebih kurang satu setengah meter dengan kedalaman 1 meter pada Rabu malam 7 Oktober 2026 di kawasan Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota.

Beruntung dalam peristiwa yang terjadi di jalan lurus Sawah Bandang, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau tersebut tidak memakan korban jiwa, ibu dan anak yang jatuh dan terperosok saat berkendara sepeda motor hanya mengalami luka lecet dan dirawat di Puskesmas terdekat.

ADVERTISEMENT

Mendapat informasi amblasnya jalan di kawasan Sawah Badang, Jorong Tanjung Pati tersebut, politisi Partai Amanat Nasional sekaligus anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Marsanova Andesra menyebut, amblasnya akses jalur transportasi tersebut dinilai telah merugikan warga masyarakat.

Dikatakan wakil rakyat dari Partai PAN tersebut kepada wartawan melalui pesan singkat whatsappnya, Jumat 9 Oktober 2026, terjadinya reruntuhan jalan di beberapa titik sehingga menyebabkan ada lubang besar di lokasi bukan hanya semata mata faktor alam saja. Akan tetapi di balik peristiwa itu dirinya menilai ada faktor kelalaian dari pihak pelaksana pengerjaan proyek jalan tersebut.

Dijelaskannya, akses jalan lurus Sawah Bandang yang menghubungkan Tanjung Pati- Simalanggang tersebut masih tergolong baru dalam pemeliharaan dan perawatan.

Marsanova mengungkapkan akses jalur tersebut diperbaiki pada 2024 tahun lalu melalui dana aspirasi serta pokir anggota DPR RI, Athari Gauty Ardi, dengan nilai Rp 12 miliar lebih.

Adapun penanggung jawab pekerjaan, papar Marsanova Andesra lagi, Dinas PU Provinsi Sumatera Barat. Di awal pengerjaan ia telah pernah mengingatkan kepada rekanan proyek pengerjaan di lokasi sekitar ada tali bandar air (terowongan air) di bawah jalan.

“Kita juga menerangkan kepada rekanan serta pengawas, jika musim hujan tiba maka tali bandar tersebut akan terisi air yang beraliran deras,” jelasnya.

Marsanova Andesra juga meminta kepada pihak rekanan memperbaiki tali bandar agar bila tergenang air yang beraur cukup kuat, tidak ambrol dan tetap kokoh. Akan tetapi saran yang ia sampaikan saat turun ke lokasi pengerjaan tidak pernah didengar serius oleh rekanan pengawas proyek.

“Faktanya saat melakukan pengerjaan proyek pihak senilai Rp 12 M lebih tersebut rekanan melakukan secara serampangan dan asal cepat selesai,” ucapnya.

Akibatnya, menurut politisi PAN tersebut, apa yang ia kuatirkan waktu pengerjaan menjadi kenyataan dengan ambrolnya ruas jalan di beberapa titik. Terkait hal itu, Marsanova Andesra, merasa kecewa.

“Kita meminta agar aparat penegak hukum (APH) turun tangan dan kapan perlu cek ke lokasi dan usut penyebab ambrolnya jalan tersebut,” kata sapaan akrab da Andes itu.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT