BeritaKota Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Gelar Pangan Murah, Cabai Merah Dibanderol Rp 50 Ribu Per Kg

15
×

Pemko Payakumbuh Gelar Pangan Murah, Cabai Merah Dibanderol Rp 50 Ribu Per Kg

Sebarkan artikel ini
Gerakan Pangan Murah di Kantor Camat Payakumbuh Selatan
Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman pantau Gerakan Pangan Murah di Kantor Camat Payakumbuh Selatan. (f/pemko)

Mjnews.id – Upaya stabilisasi harga bahan pokok di pasaran terus digenjot oleh Pemerintah Kota Payakumbuh. Mengambil momentum peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, sebuah operasi pasar bertajuk Gerakan Pangan Murah resmi digelar di Kantor Camat Payakumbuh Selatan, Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan ini, cabai merah seharga Rp50.000 per kilogram menjadi komoditas primadona yang paling diburu warga.

ADVERTISEMENT

Wali Kota Payakumbuh melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman memantau langsung jalannya Gerakan Pangan Murah tersebut mengatakan bahwa operasi pasar ini merupakan langkah taktis pemerintah untuk meredam gejolak harga.

Sasaran utamanya adalah komoditas strategis yang selama ini rentan memicu inflasi daerah.

“Melalui gerakan pangan murah ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh beras, cabai merah, bawang merah, telur ayam, dan minyak goreng dengan harga yang jauh lebih terjangkau,” kata Wawako Elzadaswarman.

Kegiatan yang merujuk pada program Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini mutlak membutuhkan sinergi lintas sektor. Elzadaswarman menegaskan, kelancaran rantai distribusi serta ketersediaan pasokan menjadi penentu utama kestabilan harga, yang pelaksanaannya melibatkan pemerintah, distributor, petani, hingga pelaku usaha.

“Kami mengajak seluruh pihak menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan serta menghindari praktik penimbunan maupun spekulasi yang merugikan masyarakat. Kami juga terus mendorong pemanfaatan pangan lokal dan pemberdayaan petani serta UMKM pangan di Kota Payakumbuh,” imbuhnya.

Di tingkat rumah tangga, pemerintah turut mengedukasi warga agar mulai memanfaatkan lahan pekarangan masing-masing untuk menanam cabai maupun sayuran harian. Masyarakat juga diimbau menekan perilaku pemborosan makanan serta beralih pada pola konsumsi yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Elzadaswarman juga meminta Dinas Ketahanan Pangan bersama perangkat daerah terkait untuk terus memonitor fluktuasi harga di pasar dan menyiapkan skenario antisipatif jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan.

“Kami berharap gerakan pangan murah memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tutupnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT