Inovasi pemberdayaan masyarakat
Secara khusus, ia mengapresiasi Kelurahan Sapaku yang dinilai sarat akan praktik baik. Inovasi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, hingga program SAKU TABA (Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat) menjadi daya tarik tersendiri karena sukses menyelaraskan kemajuan desa dengan pelestarian budaya lokal.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Mahdinur turut menyoroti tangan dingin kepemimpinan lurah dari kalangan milenial yang sukses mewarnai wajah inovasi desa.
Salah satu nilai jual tertingginya adalah pengolahan limbah rumah tangga yang kini bertransformasi menjadi pundi-pundi pendapatan warga.
“Harapan kita Sawah Padang Aua Kuniang bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam mengembangkan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat,” ucap Mahdinur.
Sebagai informasi, rangkaian verifikasi lapangan oleh tim penilai dijadwalkan berlangsung hingga 9 November 2026. Hasil akhirnya akan diputuskan melalui pleno penetapan juara Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Regional I Sumatera pada 10 November 2026.
Kunjungan kerja di Payakumbuh ini diakhiri dengan prosesi makan bajamba bersama niniak mamak dan warga setempat, sebagai wujud harmonisnya adat Minangkabau di kelurahan berprestasi tersebut. (MC)












