pemkab muba
Kemensos

Atasi Dampak Kekeringan, Mensos Akan Bangun Lumbung Sosial di Papua Tengah

728
×

Atasi Dampak Kekeringan, Mensos Akan Bangun Lumbung Sosial di Papua Tengah

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Tri Rismaharini
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (f/humas)

Pastikan Kondisi Aman

Dalam keterangan pers, Mensos mengkonfirmasi penyaluran berlangsung aman dan kondusif. Walaupun awalnya ada kekhawatiran soal resiko keamanan, namun Mensos berkomunikasi dengan tokoh agama agar penyaluran dapat segera dilaksanakan.

ADVERTISEMENT

“Saya sampaikan kita harus cepat, mengingat warga sudah kondisi kelaparan dan musim dingin lagi. Saya menyampaikan itu kami dibantu oleh TNI untuk percepatannya,” kata Mensos.

Menurutnya, para tokoh agama memahami bahwa Kemensos dan TNI dalam misi kemanusiaan yang membutuhkan respon cepat. Dijelaskan Mensos, warga berbaur dengan Tim Kemensos dan TNI, dan penyaluran pun berlangsung tertib.

“Ternyata waktu ngirim itu kan ada angkutan TNI, ada teman-teman dari Kemensos, mereka juga gak ada masalah. Mereka gabung, foto-fotonya ada tuh,” ujarnya sembari memperlihatkan foto-foto dokumentasi penyaluran.

Lumbung Sosial

Kejadian kekeringan di Kabupaten Puncak merupakan siklus tahunan, untuk itu Mensos mematangkan rencana pendirian lumbung sosial. Lumbung sosial di Kabupaten Puncak akan berbeda dengan lumbung sosial di daerah lain karena kondisi topografi, cuaca dan budaya.

“Ini yang kita lagi pikirkan karena kondisinya berbeda dengan wilayah lain di Indonesia yang tadi saya sampaikan kondisinya sampe minus,” ujar Mensos.

Lumbung sosial diharapkan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat setempat. Untuk itu, Mensos menuturkan Kemensos akan melibatkan pihak gereja sekaligus melakukan survei langsung ke lokasi setelah musim dingin selesai. Berdasarkan komunikasi awal, tanaman yang paling cocok adalah umbi-umbian karena lebih tahan lama dibandingkan beras. Selain itu, asupan protein hewani juga menjadi perhatian Mensos.

“Kemarin kita diskusi soal daging itu susah sekali. Misalnya kita kirim daging yang ada bumbunya, mereka ngomong ini daging apa, sehingga paling mudah kita akan ternakkan babi, kita gemukan dengan koordinir gereja,” katanya.

Pemenuhan asupan daging dengan beternak babi adalah pilihan paling mungkin. Daging dari peternakan babi nantinya bisa digunakan sebagai buffer stock dan dapat dimakan saat musim dingin. Adapun Mensos lumbung-lumbung sosial rencananya akan dikelola oleh gereja karena ke pemerintah daerah terkendala jalan dan transportasi. Selain itu, gereja berada paling dekat dengan masyarakat sehingga saat kekeringan melanda, buffer stock bisa langsung disalurkan dan tidak ada lagi yang meninggal karena kelaparan.

(rel)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *