Kemensos

Alihkan Anggaran Pembangunan Gedung, Mensos Fokus Berinovasi Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas

237
×

Alihkan Anggaran Pembangunan Gedung, Mensos Fokus Berinovasi Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Mensos Tri Rismaharini Dalam Rakernas Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pp Muhammadiyah Di Yogyakarta
Mensos Tri Rismaharini dalam Rakernas Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (11/8/2023). (f/humas)

Mjnews.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini memaparkan lima alat bantu untuk penyandang disabilitas hasil inovasi jajaran Kementerian Sosial. Diciptakannya alat bantu itu dimaksudkan untuk mendorong kemandirian mereka.

Hal ini disampaikan Mensos dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pembinaan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (11/8/2023).

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

“Kami telah menciptakan lima alat bantu untuk disabilitas. Idenya dari saya, staf saya yang eksekusi. Bahkan, ada yang melibatkan disabilitas juga dalam perakitannya sebab mau bagaimanapun, kami harus upayakan mereka mandiri, minimal di lingkungan mereka sendiri,” kata Mensos.

Kendati diproduksi secara hand made, alat bantu yang idenya diinisiasi Mensos tersebut penuh inovasi.

Lima alat bantu itu yakni tongkat penuntun adaptif untuk disabilitas netra, kursi roda adaptif untuk penderita cerebral palsy, motor roda tiga untuk disabilitas fisik, gelang untuk disabilitas rungu wicara (Gruwi) dan gelang untuk disabilitas grahita (Grita).

Sejak diberi amanah sebagai Mensos, dikatakan Risma, pengadaan alat bantu disabilitas jadi salah satu prioritasnya.

Bahkan, demi merealisasikan program tersebut, alih-alih menggunakan anggaran untuk pembangunan/perbaikan gedung, anggaran tersebut justru dialihkan untuk membantu penyandang disabilitas di tanah air dengan menciptakan alat bantu bagi mereka.

Risma mencontohkan alat bantu yang ia ciptakan untuk disabilitas netra. Memiliki fitur kemampuan membaca sensor air, api, dan gas beracun, tongkat — yang selanjutnya disebut tongkat penuntun adaptif — ini akan mengeluarkan suara sebagai isyarat bahaya ketika menangkap sinyal dari obyek-obyek tersebut.

“Tongkat ini juga dilengkapi GPS yang memungkinkan mereka mudah dicari jika tersesat dan solar cell yang memungkinkan langsung terisi daya dari sinar matahari saat digunakan. Jadi, tidak perlu menggunakan listrik dalam pengisian dayanya,” kata Mensos.

Selain tongkat penuntun adaptif, Risma juga mencetuskan ide kursi roda adaptif untuk penderita cerebral palsy.

“Kalau selama ini mereka hanya bisa duduk, saya ingin mereka bisa berdiri. Akhirnya, kami ciptakan alat bantu yang bisa membantu mereka berdiri dengan sejumlah modifikasi. Alhamdulillah, alat bantu itu bisa terealisasi,” ucapnya.

Kami Hadir di Google News