KemensosJawa Timur

Gandeng OJK, Kemensos Tingkatkan Literasi Keuangan dan Investasi bagi KPM PENA

182
×

Gandeng OJK, Kemensos Tingkatkan Literasi Keuangan dan Investasi bagi KPM PENA

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Tri Rismaharini Saat Peresmian Klinik Usaha Pena Dan Peluncuran Tata Rupa Nusantara Di Malang
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat Peresmian Klinik Usaha PENA dan Peluncuran Tata Rupa Nusantara di Malang, Sabtu (12/8/2023). (f/humas)

Mjnews.id – Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendongkrak literasi keuangan dan investasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Pemahaman pengelolaan keuangan dan investasi penting bagi KPM PENA agar mereka mampu bisnis yang mereka rintis terus berkembang.

“Mereka terdiri dari ibu rumah tangga yang sebagian besar belum pernah membayangkan menerima uang lebih banyak. Karena itu kita ajarkan bagaimana mereka mengelola uang supaya bisa dikelola untuk kebutuhan produktif, seperti untuk biaya menyekolahkan anak-anaknya,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini saat Peresmian Klinik Usaha PENA dan Peluncuran Tata Rupa Nusantara di Malang, Sabtu (12/8/2023).

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Literasi keuangan oleh OJK diharapkan memberikan KPM PENA pengetahuan dan skill dalam pengelolaan, khususnya mampu mengatur dan memisahkan keuangan dari penghasilan atas usaha yang dikerjakan. “Jadi kalau diajari literasi keuangan itu diajari (pengelolaan) misalkan ini amplop pendidikan, ini amplop kesehatan, ini amplop modal kembali (atau) untuk tambahan modal,” tuturnya.

Risma mengungkapkan, tak jarang dirinya bertemu dengan masyarakat yang sebetulnya sudah sejahtera dengan memiliki usaha, namun karena tidak mampu mengelola keuangan harus mengalami kondisi sulit, bahkan harus berharap dari bantuan sosial. Menurut Mensos, hal ini terjadi salah satu sebabnya karena rendahnya literasi keuangan.

“Dulu mereka bahkan rumahnya itu bagus-bagus saya temukan di beberapa tempat. Tapi kemudian mereka minta bansos. Nah saya enggak mau begitu,” kata Risma. Maka itu, ia berharap, di saat pendapatan mereka meningkat, harus ada manajemen pengelolaan keuangan untuk masa tuanya dan pendidikan anak.

Penguatan literasi keuangan dan pengelolaan investasi akan berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan bagi KPM PENA. Pada tahap awal, Kemensos menggelar program PENA TV dan bekerja sama dengan OJK dalam pengelolaan keuangan.

“Nanti ke depan (akan diberikan pelatihan tentang) bagaimana berinvestasi, bagaimana misalkan dia butuh modal diajarkan supaya mereka tidak tertipu,” kata Risma.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pemahaman soal pengelolaan keuangan dan investasi penting dilakukan bagi KPM PENA sehingga mampu mengelola keuangan dengan baik demi kehidupan di masa depan.

Dalam kesempatan sama, anggota Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menuturkan, pihaknya menyambut baik upaya Kemensos dalam memberikan literasi pengelolaan keuangan dan investasi. OJK memang sudah memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan Kemensos RI.

“PENA merupakan program yang sangat luar biasa. Bagus sekali. OJK bekerja sama dengan Kemensos dengan memberikan literasi kepada para KPM PENA tentang keuangan,” ucapnya. Ia mengatakan, saat ini literasi keuangan para KPM PENA memang masih rendah meski meningkat.

Oleh karena itu mereka yang sudah mampu memiliki penghasilan seperti PM PENA sudah seharusnya bisa mengatur keuangan dengan baik. Di sisi lain, pihaknya juga akan membantu PM PENA melakukan inklusi keuangan, seperti memberikan bantuan dalam hal pendanaan dari perbankan.

“Kita (akan) melakukan bisnis matching untuk kemudian membantu mereka bisa naik kelas untuk meningkatkan kapasitas produksi, tadi Bu Risma beberapa kali menyampaikan mereka ini (PM PENA) sering dapat order udah enggak bisa terima lagi berarti ada program juga di kapasitas produksi yang bisa kita bantu juga,” katanya.

“Lalu kita titipkan pesan-pesan kepada ibu-ibu tadi (PENA) kalau ekonomi mereka sudah naik gitu ya hati-hati juga skema penipuan yang pasti mengincar mereka, baik itu skema investasi ilegal, gadai ilegal dan lainnya jadi banyak sekali hal yang bisa kita lakukan bersinergi dengan Kemensos,” tuturnya.

(rel)

Kami Hadir di Google News