Mjnews.id – Batik Arang yang saat ini sedang diboomingkan Pemerintah Kota Sawahlunto melalui berbagai pelatihan yang diberikan OPD terkait, memberikan peluang positif bagi pelaku Ekraf yang ada di Kota Sawahlunto dalam mengembangkan usahanya. Salah satunya pelaku Ekraf Batik Arang MS rumah 4 Sungai Durian yang bernama Sri Karyati.
Sri Karyati yang merintis usaha berupa Batik Arang Sawahlunto yang baru dimulainya dalam waktu satu bulan ini telah mampu menghasilkan 25 pcs hasil Batik Arang yang dibuatnya setiap hari.
Dijumpai Media, pada Ahad, 13 Agustus 2023, Sri Karyati menceritakan asal mula dirinya menyukai pembuatan Batik Arang ini, “kenapa tidak dicoba, jika di jawa sana batik bisa berkembang, kenapa tidak dengan Sawahlunto, apalagi di Sawahlunto banyak orang dari jawa,” paparnya menceritakan.
Dengan modal seadanya dirinya memberanikan untuk membuat Usaha Batik Arang ini, untuk dalam pembuatan batik arang ini dirinya tidak terlalu banyak mempekerjakan orang, akan tetapi jika banyak pesanan, barulah dirinya mempekerjakan orang dari luar sekitar 4 atau 5 orang.
Sri Karyati menjelaskan, dalam pembuatan Batik Arang, khususnya batik Cap ini, emang ada beberapa langkah yang harus dilakukan langkah pertama pembuatan motif, pengukuran kain, kemudian dicap, diwarnai, dikunci dengan water glass kemudian didiamkan selama enam jam, dibilas barulah dilorot dg air panas, pelorotan ini bertujuan untuk melunturkan lilin pada batik arang yang telah dibuat tersebut.
Terkait untuk Pemasaran, dirinya baru mempasarkannya hanya di dalam kota saja, meskipun sudah ada Permintaan yang datang dari Kalimantan, Tanjung Enim dan Jawa, Batik Arang yang diproduksinya setiap hari ini sesuai dengan permintaan dan telah memiliki 25 lebih motif, seperti motif rel kereta api, rantai, lubang syuro, motif batu runcing, rumah adat dan beberapa motif lainnya.
“Ke depannya untuk promosi, dirinya juga akan masuk ke kantor kantor untuk menerima pesanan yang lebih banyak lagi, melalui kegiatan ini setidaknya dapat terus membumingkan Batik Arang di Sawahlunto,” harapnya.
(Uni)







