Kesehatan

KPAI Awasi Anak-anak Penderita ISPA Akibat Bau Tak Sedap RDF Rorotan

144
×

KPAI Awasi Anak-anak Penderita ISPA Akibat Bau Tak Sedap RDF Rorotan

Sebarkan artikel ini
KPAI Awasi Anak-anak Penderita ISPA Akibat Bau Tak Sedap RDF Rorotan
KPAI Awasi Anak-anak Penderita ISPA Akibat Bau Tak Sedap RDF Rorotan Jakarta Utara. (f/ist)

Tentu dalam persoalan yang di adukan warga, KPAI fokus pada kepentingan terbaik untuk anak. Saat ini kesehatan anak anak sudah berangsur angsur membaik, semenjak ujicoba dihentikan, kurang lebih sudah seminggu. KPAI berharap situasi ini terus kondusif dan dapat dijaga semua pihak. Sehingga anak anak kembali dapat bermain di ruang terbuka, baik yang berada di komplek JGC maupun anak anak yang berada di Kampung Tengah Rorotan Cilincing. Mereka tidak lagi mual, sakit tenggorokan, batuk, pilek. Begitu juga anak anak tidak mengeluh kembali di sekolah.

Untuk itu KPAI menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Daerah Khusus Jakarta atas kebijakan dihentikan sementara ujicoba pabrik pengolahan sampah menjadi bahan bakar tersebut. Namun kenyataannya masih ada anak yang rawat inap di rumah sakit akibat ISPA, seperti yang dialami anak dari Bapak yang memiliki inisial B warga JGC.

ADVERTISEMENT

Karena semenjak seminggu ujicoba dihentikan, anak-anak tidak lagi berobat jalan, dan anak-anak yang di rumah sakit sudah kembali pulang.

Harapan warga, karena mereka telah hidup turun temurun di lokasi, setidaknya kebijakan pemerintah tetap mendukung cipta kondisi seperti sekarang, karena anak-anak sudah bisa bermain lagi dan yang di rumah sakit sudah kembali, tentu saja berharap udara tidak lagi tercemar.

Terakhir, warga memiliki harapan besar, agar RDF berubah fungsi, atau solusi permanen.

Sebelumnya, ketika KPAI tiba di lokasi JGC, warga mengajak KPAI melihat langsung RDF Rorotan. Dan merasakan bau tidak sedap. Yang memang benar nyatanya. Warga juga sekaligus memastikan didalam RDF sudah kosong.

Menurut Satpam GDF semenjak pabrik seminggu tidak beroperasi, anak anak mulai hari ini kembali bisa bermain di taman JGC, yang sebelumnya mengeluhkan bau tak sedap.

KPAI mengingatkan kembali mandat Undang Undang Perlindungan Anak dan Undang Undang Kesehatan tentang kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah untuk mewujudkan derajat Kesehatan yang setinggi tingginya bagi setiap anak.

Karena luasnya daerah yang terdampak, warga yang tergabung dalam grup WA meminta hotline pengaduan KPAI, guna bisa melaporkan, karena menurut mereka belum semua terlaporkan.

Untuk itu Jasra Putra Wakil Ketua KPAI meninggalkan nomor Hotline 24 Jam Perlindungan Anak di WhatsApp Pengaduan di nomor 0811-1002-7727; Email: humas@kpai.go.id; Web: www.kpai.go.id ; media sosial KPAI di Facebook: Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Instagram: kpai_official, X/Twitter: kpai_official. Kemudian Hotline 24 Jam SAPA 129 (dengan menekan angka 129).

(*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT