Opini

Di Balik Proyek Energi Geothermal: Konflik Penolakan Warga Gunung Talang Kabupaten Solok

19
×

Di Balik Proyek Energi Geothermal: Konflik Penolakan Warga Gunung Talang Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini
Penolakan Warga terhadap Geothermal di Kabupaten Solok
Penolakan Warga terhadap Geothermal di Kabupaten Solok. (f/ist)

Membangun komunikasi yang lebih terbuka

Dalam konteks masyarakat Minangkabau, musyawarah di tingkat nagari dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kepentingan tersebut. KAN, ninik mamak, bundo kanduang, masyarakat terdampak, pemerintah, dan pihak perusahaan dapat dilibatkan dalam pembicaraan yang terbuka. Yang terpenting, forum tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menghasilkan pembahasan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.

Pemerintah masih memiliki ruang untuk memperbaiki proses tersebut. Pengakuan bahwa sosialisasi masih minim dapat menjadi titik awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka. Proyek energi terbarukan memang penting, tetapi keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh berapa megawatt listrik yang dapat dihasilkan. Kepercayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan.

ADVERTISEMENT

Kembali ke pepatah alam takambang jadi guru. Alam bukan hanya sumber energi yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga ruang hidup masyarakat. Sebelum listrik mengalir ke jaringan, kepercayaan masyarakat perlu lebih dulu dibangun. Energi boleh menjadi bagian dari agenda hijau, tetapi proses menuju ke sana tetap perlu memastikan bahwa pembangunan dan kehidupan masyarakat dapat berjalan berdampingan.

(*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT