Mjnews.id – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menerima kunjungan Duta Besar Republik Ceko (Dubes Ceko) untuk Indonesia, Jaroslav Dolecek. LaNyalla didampingi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI, Emma Yohanna (Senator Sumatera Barat), Habib Abdurrahman Bahasyim (Kalimantan Selatan) dan Sekjen DPD RI Rahman Hadi.
LaNyalla menekankan agar hubungan bisnis dan perdagangan antara kedua negara perlu melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Tidak hanya melibatkan konglomerasi dan perusahaan-perusahaan besar.
“Orientasi kami di DPD RI adalah agar negara sahabat seperti Republik Ceko dapat ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia melalui perluasan kerjasama yang melibatkan pelaku ekonomi kelas menengah, kecil dan mikro, karena jumlah unit usaha mereka sangat banyak, sudah lebih dari 60 juta unit,” kata LaNyalla di Ruang Delegasi Pimpinan DPD RI, Gedung Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (15/3/2023).
Jika hal itu terjadi, lanjutnya, volume perdagangan bilateral akan jauh melampaui USD 255 juta yang tercatat pada 2022. Nilai investasi Ceko pun bisa berlipat ganda. Sebab kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar saja sudah menghasilkan peningkatan investasi sebesar 200% dari investasi pada 2021 sehingga mencapai USD3,2 juta pada 2022.
Menurut LaNyalla ada banyak peluang bisnis di bidang otomotif, perdagangan komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan, industri rumah tangga, manufaktur, serta industri kreatif yang marak di Indonesia.
“Daerah-daerah kami juga memiliki potensi besar untuk pengembangan energi terbarukan. Teknologi dan modal dari Ceko dapat masuk untuk bekerjasama dengan pelaku ekonomi di lebih dari 500 kabupaten/kota di Indonesia,” papar dia.
Dijelaskannya, sejak November 2021 ketika diadakan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-5 Indonesia-Ceko, kedua negara sudah sepakat untuk memperkuat kerja sama sektor-sektor prioritas termasuk pengembangan sumber-sumber energi terbarukan.
“Makanya, sejalan dengan itu maka pebisnis dan investor Ceko dapat memanfaatkan peluang penyelenggaraan ASEAN Indo-Pacific Infrastructure Forum (AIPIF) pada 6-7 September 2023 di Jakarta, untuk menjajaki peluang investasi infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia,” tukas dia.












