BeritaJawa BaratKemensosPendidikan

Mensos: Sekolah Rakyat Miniatur Pengentasan Kemiskinan Terpadu

1654
Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon Khaerunisa menyapa siswa Sekolah Rakyat di Kota Cirebon
Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon Khaerunisa menyapa siswa Sekolah Rakyat di Kota Cirebon, Jawa Barat. (f/Biro Humas Kemensos/ Rachmad Aditya)

Di lapangan, perubahan mulai terasa. Rahman (24), guru Sekolah Rakyat, mengaku awalnya siswa sulit diatur.

“Sebulan ini sudah ada progres. Mereka mulai mau mengikuti aturan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Salah satu siswa, Naufal Azzam (8), mengaku senang bersekolah di Sekolah Rakyat. “Belajar, baca, gambar dan banyak lagi,” kata siswa kelas 1A ini.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon menampung 75 siswa: 32 siswa SD (24 laki-laki, 8 perempuan) dan 43 siswa SMP (25 laki-laki, 18 perempuan).

Sejak 14 Juli 2025, 63 Sekolah Rakyat rintisan di berbagai daerah telah memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Menyusul, 37 titik lainnya dimulai pada bulan Agustus, dan 59 titik tambahan akan diluncurkan pada September. Total 159 Sekolah Rakyat siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2025/2026 dengan target 15.370 siswa.

(*/eky)

Exit mobile version