Selain itu, tim juga memberikan edukasi mengenai penerapan konsep green economy, dengan mendorong guru memanfaatkan kreativitas untuk mengolah bahan bekas menjadi media pembelajaran yang tidak hanya bermanfaat secara edukatif, tetapi juga memiliki nilai ekonomis sebagai peluang wirausaha.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru semakin termotivasi untuk berinovasi dalam pembelajaran, mampu mengintegrasikan isu lingkungan dalam praktik pendidikan anak usia dini, serta menumbuhkan budaya wirausaha berbasis green economy. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan berkesadaran lingkungan di TK se-Kecamatan Talawi dan bahkan dapat dikembangkan di wilayah lain di Kota Sawahlunto.
Lebih jauh, kegiatan ini mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran anak usia dini, poin 12 (Responsible Consumption and Production) dengan penerapan gaya hidup ramah lingkungan, serta poin 13 (Climate Action) dengan upaya mengurangi sampah plastik dan limbah.
Para guru peserta workshop pun menyampaikan kesan positif atas kegiatan ini. Mereka merasa sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi, baik saat menerima materi maupun praktik langsung membuat media. Guru mengaku mendapat banyak inspirasi baru untuk mengolah bahan bekas menjadi media pembelajaran yang kreatif dan menarik.
(*/eds)
#beritaunp #sdgs












