PendidikanTanah Datar

TK Anggrek Koto Tuo Bagi-bagi 150 Paket Takjil

316
×

TK Anggrek Koto Tuo Bagi-bagi 150 Paket Takjil

Sebarkan artikel ini
TK Anggrek Koto Tuo Berbagi Paket Takjil
TK Anggrek Koto Tuo Berbagi Paket Takjil untuk Masyarakat. (f/maison)

Koto Tuo, MJNews.id – Untuk menanamkan rasa kepedulian sesama, baiknya sedari kecil harus ditanamkan. Di bulan rahmat dan ampunan ini, TK Anggrek Jorong Koto Tuo, Kenagarian Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, berbagi takjil untuk masyarakat yang melewati jalan nasional. Persisnya, depan TK Anggrek Koto Tuo.
Ratusan takjil hasil sumbangan orang tua murid dan uang hasil tabungan para murid. Ratusan Takjil, terkumpul yang dibagi-bagikan. Didampingi Kepala TK Anggrek, Eka Nilawati turut mendampingi berbagi pabukoan, mereka turun lapangan bagikan 150 paket pabukoan ke masyarakat, dibantu Generasi Muda MERSI KOPAN dan msyarakat jorong Koto Tuo, ikut larut bersama anak, Rabu (20/4/2022). 
Pembagian takjil biasanya dilakukan oleh orang-orang dewasa, namun kali ini terlihat berbeda saat anak-anak usia dini melakukannya. Tampak antusiasme dan kegembiraan terpancar di wajah anak-anak tersebut. Dengan tertib dan rapi mereka sabar menanti para pengendara yang lewat di depannya sekolahnya. 
Eka Nilawati mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar menumbuhkan sikap bermurah hati dan rasa kepedulian terhadap orang lain pada anak sejak usia dini. Selain itu juga meningkatkan rasa bersyukur dan mengenal warga sekitar lingkungan sekolah dengan cara mengantar pabukoan langsung ke warga. 
Semoga kegiatan ini, harapnya, menjadi amal ibadah bagi anak-anak dan orang tua murid, serta ini bisa menjadi pelajaran yang baik bagi anak anak.
“Alhamdulillah. Berbagi Takjil untuk pertama kali dilakukan berjalan lancar dan anak-anak pun, menikmati kegiatan sosial ini, ujar Nila Ekawati, menjawab MJNews.id di sela-sela acara berbagi takjil pada sore itu.
Lebih jauh Nila mengatakan, kita jadikan program Ramadhan ceria murid TK ANGGREK. Kalau kemarin hanya belajar membuat kue lebaran di sekolah, hari ini berbagi takjil. Berbicara prestasi sekolah, TK Anggrek lulus sebagai sekolah penggerak angkatan 1 di Sumbar. Untuk angkatan 1, hanya ada 8 sekolah yang lulus. Karena, ketatnya seleksi dan beratnya ujian agar lulus waktu itu.
“Alhamdulillah, sekarang sudah masuk tahun ke 2 kita di program sekolah penggerak,” ujar Nila. 
Program unggulan sekolah, Tahfiz, pembelajaran berbasis alam berbasi budaya, penguatan profil pembelajaran Pancasila, pengembangan bakat dan minat anak. Kekuatan, pembelajaran kita juga berbasis proyek. Artinya, anak tidak hanya belajar teori tapi lebih banyak ke aplikasi, seperti belajar Budaya Minang Kabau Sumbang 12, belajar manatiang, kesenian tradisional, berbasis alam seperti mengolah kompos, bertani / berladang. Teknologi seperti pengenalan dasar perangkat IT laptop, dan metode belajar dengan infocus.
Belajar sains, juga dengan eksperimen langsung di dalam dan luar kelas, di samping mengenalkan literasi dan numerasi, literasi baca tulis, literasi budaya, literasi digital, literasi financial. Seperti projek market day anak langsung berjualan dan ada juga langsung ke pasar Padang panjang mencoba belanja sendiri berbagai kebutuhan dapur.
Intinya, kekuatan belajar kita terletak pada kegiatan bermain yang bermakna. Anak-anak bermain menurut cara mereka. Padahal, dalam bermain mereka aktif belajar dengan enjoy.
“Justru kita menghindari proses belajar yang menekan dan membebani bagi anak. Anak TK itu masanya merdeka bermain. Sebagai sekolah penggerak, yang jadi pionir untuk menggerakkan program merdeka belajar, merdeka bermain bagi anak,” terang Nila. 
Sebagai sekolah penggerak, yang jadi pionir untuk menggerakkan program merdeka belajar, merdeka bermain bagi anak paud. Seharusnya, mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Untuk bantuan, hanya menggandalkan BOP, reguler, di samping dapat bantuan BOP kinerja utk peningkatan SDM guru melalui pelatihan-pelatihan, lokakarya.
“BOP kinerja, hanya untuk sekolah yang lulus program sekolah penggerak,” ujar Nila. 
Harapan kita selaku kepala sekolah, ada perhatian terhadap kesejahteraan guru. Saat ini, gaji guru kita sangat minim sekali, besaran gaji yang diterima kisaran, Rp. 300-600 ribu, belum sampai Rp. 1 juta. Ada perhatian, masyarakat untuk peningkatan sarana prasarana sekolah, serta bangunan fisik sekolah. 
“Kurangnya perhatian baik dari masyarakat, Nagari atau Pemerintah Kabupaten terhadap perkembangan dan kemajuan sekolah. Prestasi sekolah sudah sampai nasional, tapi kesejahteraan kita berlima mengelola sekolah ini masih jauh dari kata Layak,” pungkas Nila Ekawati.
(Son)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *