Minggu, 7 Desember 2025. Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumbar menjadi saksi pertemuan yang tidak biasa.
Di halaman rumah dinas, Bupati Annisa berdiri tegak, bukan sebagai kepala daerah yang membawa laporan, tetapi sebagai wajah dari ribuan warga Dharmasraya yang menitipkan kepedulian mereka.
Wakil Bupati Leli Arni hadir, menegaskan kekompakan pemerintahan daerah tersebut. Para anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman dan Varel Oriano hadir sebagai perpanjangan tangan masyarakat.
Anggota DPRD Dharmasraya, Teddy Wallian, dan Pj. Sekda Jasman Dt. Bandaro Bendang menjadi saksi komitmen pemkab.

Vasko Ruseimy tampak emosional ketika berkata, “Sekecil apa pun bantuan, sangat berarti bagi masyarakat terdampak.”
Ada yang berbeda dari cara ia menyampaikannya. Tidak ada jarak antara pejabat dengan rakyat. Ada rasa kehilangan yang ia rasakan sebagai wakil gubernur, tetapi ada pula rasa lega melihat Dharmasraya datang bukan hanya membawa logistik tetapi membawa harapan.
Vasko bahkan memberikan apresiasi khusus kepada duet Annisa–Leli Arni.
“Kekompakan mereka inilah yang memungkinkan gerakan bantuan besar dan terorganisir.”
Pernyataan itu penting. Dalam banyak bencana di Indonesia, hambatan terbesar bukan hanya medan yang berat tetapi ketiadaan koordinasi antar pimpinan daerah.
Dharmasraya menunjukkan sesuatu yang berbeda. Bahwa ketika pemimpin bekerja selaras, masyarakat merasakan manfaatnya langsung.
Dan masyarakat yang sedang dilanda bencana tidak membutuhkan drama politik. Mereka membutuhkan kehadiran nyata.












