OpiniKabupaten Dharmasraya

Mencari Nakhoda Baru PWI Dharmasraya, Bukan Sekadar Populer

64
×

Mencari Nakhoda Baru PWI Dharmasraya, Bukan Sekadar Populer

Sebarkan artikel ini
Mencari Nakhoda Baru PWI Dharmasraya, Bukan Sekadar Populer oleh Sutan Sari Alam
Sutan Sari Alam. (f/dok. pribadi)

Pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Dharmasraya periode 2026–2029 bukan sekadar agenda rutin organisasi. Momentum ini menjadi titik penting untuk menentukan arah masa depan wartawan Dharmasraya di tengah situasi yang tidak sedang mudah.

Oleh : Sutan Sari Alam

(Wartawan Muda)

ADVERTISEMENT

Mjnews.id – Dunia pers daerah sedang menghadapi tekanan besar. Efisiensi anggaran membuat ruang gerak media semakin sempit. Sementara di sisi lain, arus informasi digital berkembang begitu cepat, memaksa wartawan beradaptasi dengan pola kerja baru yang jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Di tengah kondisi itu, PWI Dharmasraya membutuhkan lebih dari sekadar ketua formalitas.

Organisasi profesi ini membutuhkan sosok yang benar-benar memahami denyut kehidupan wartawan daerah. Bukan hanya piawai berbicara di forum, tetapi juga hadir ketika anggota menghadapi persoalan di lapangan.

Secara aturan organisasi, syarat calon ketua memang sudah jelas. Harus memiliki kartu anggota biasa PWI aktif, lulus UKW Madya, aktif sebagai wartawan, dan memenuhi ketentuan PD/PRT lainnya.

Namun realitas hari ini menunjukkan, syarat administratif saja tidak lagi cukup.

Ketua PWI ke depan harus mampu menjadi jembatan di tengah banyak kepentingan, tanpa kehilangan independensi organisasi. Ia harus bisa membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, hingga berbagai pihak lain, tetapi tidak menjadikan organisasi profesi sekadar tempat mencari kedekatan kekuasaan.

Sebab masyarakat tetap menaruh harapan kepada wartawan sebagai penjaga akal sehat di ruang informasi.

Di sisi lain, tantangan internal organisasi juga tidak kalah besar. Dalam banyak organisasi profesi, perpecahan sering lahir bukan karena persoalan besar, melainkan karena ego kecil yang dibiarkan tumbuh.

Karena itu, PWI Dharmasraya membutuhkan figur pemersatu. Sosok yang bisa duduk bersama dengan semua kalangan media, tanpa membangun sekat-sekat kelompok ataupun kubu-kubu kecil di tubuh organisasi.

Lebih dari itu, ketua mendatang juga harus memiliki kemampuan manajerial yang kuat. Era sekarang tidak memungkinkan organisasi hanya bergantung pada proposal bantuan pemerintah daerah. Harus ada kreativitas.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT