Menurut Bima Arya, pemerintah daerah perlu mengenali karakter dan keunggulan daerah masing-masing, menentukan produk unggulan yang memiliki daya saing, meningkatkan nilai tambah, serta memahami kebutuhan pasar.
Selain itu, pembangunan rantai nilai antardaerah dan pengukuran realisasi investasi juga menjadi langkah penting agar potensi yang dipromosikan benar-benar memberikan hasil.
“Expo APKASI ini diharapkan bukan hanya menjadi pameran kabupaten saja, tetapi lebih kepada bagaimana investasi dapat benar-benar terealisasi,” ungkapnya.
APKASI Otonomi Expo 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Bagi Kabupaten Solok, keikutsertaan dalam ajang tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat promosi potensi daerah.
Melalui forum nasional ini, Kabupaten Solok menargetkan semakin terbukanya peluang kerja sama, meningkatnya daya saing produk lokal, serta hadirnya investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
(Siska)












