Sementara Pemerintah Provinsi Sumbar juga mendorong adanya kolaborasi antara kelompok tani milenial seperti BGS dengan kelompok-kelompok pertanian serupa. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan sektor pertanian Sumbar dapat berkembang dengan lebih cepat dan memberikan dampak positif bagi kaum milenial.
Meskipun gerakan petani milenial belum menjadi program resmi daerah, Pemerintah Provinsi Sumbar telah memberikan perhatian besar kepada kelompok tani yang digerakkan oleh anak-anak muda. Bantuan-bantuan seperti alat destilasi, unit pengolahan pupuk organik, klinik PHT, akses jalan menuju lahan pertanian, program bapak asuh, dan lainnya telah diberikan kepada para kelompok tani milenial.
Keberhasilan BGS dalam mengembangkan pertanian organik terpadu memberikan harapan baru bagi pengembangan sektor pertanian Sumbar. Mereka tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi dan praktik pertanian yang ramah lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani milenial melalui pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas produk.
“Apa yang telah dicapai oleh Kelompok Tani Milenial BGS diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda lainnya untuk ikut serta dalam pengembangan sektor pertanian Indonesia,” harap Wagub Audy.
Dengan semangat dan dedikasi mereka, BGS telah membuktikan bahwa kaum milenial memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif dalam sektor pertanian.
(***)







