BeritaInfrastrukturKota Padang

Fokus Proyek Infrastruktur 2026 Dinas PUPR Padang pada Rehab Rekon Pascabencana dan Progul Walikota

44
×

Fokus Proyek Infrastruktur 2026 Dinas PUPR Padang pada Rehab Rekon Pascabencana dan Progul Walikota

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas PUPR dan Tata Ruang Kota Padang, Malvi Hendri
Kepala Dinas PUPR dan Tata Ruang Kota Padang, Malvi Hendri. (f/obral)

Mjnews.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Tata Ruang Kota Padang memfokuskan kegiatan proyek fisik infrastruktur tahun anggaran 2026 pada rehabilitasi dan rekontruksi (rehab rekon) pascabencana serta Program Unggulan (Progul) pasangan Walikota dan Wakil Walikota Padang, Fadly Amran-Maigus Nasir.

“Penataan saat ini sedang berlanjut pada kawasan pantai, dan kota tua,” kata Kepala Dinas PUPR dan Tata Ruang Kota Padang, Malvi Hendri, dalam bincang khusus bersama awak media pada sore Senin (14/9/2026).

ADVERTISEMENT

Malvi Hendri menuturkan, untuk jenis kegiatan fisik proyek rehab rekon pasca-bencana, progresnya ditargetkan selesai pada pekan pertama dan kedua bulan Desember tahun ini. Fokus kegiatannya meliputi pembangunan cekdam, rehab bendung, drainase, serta hal-hal yang berkaitan dengan irigasi dan bendungan persawahan yang terdampak banjir pada tahun lalu.

Lebih jauh, Malvi mengemukakan bahwa untuk infrastruktur Progul Walikota Padang, proyek fisik terpusat di tiga lokasi utama, yaitu kawasan Pasar Raya, Pantai Padang dan kawasan Kota Tua dengan total anggaran mencapai Rp 57 miliar.

Untuk kawasan Pasar Raya dan Air Mancur dikerjakan dalam satu paket. Kemudian, rehabilitasi jalan dan trotoar juga dibagi menjadi satu paket tersendiri, serta proyek rehab basemen dan Blok 2 yang merupakan satu paket pengerjaan.

Sementara itu, untuk rehabilitasi trotoar Pantai Padang dikerjakan dalam satu paket yang saat ini sedang berproses, mulai dari Simpang Hangtuah hingga IORA. Dinas PUPR juga membenahi spot-spot trotoar yang rusak di sepanjang Jalan Samudera. Selain itu, ada juga penataan taman di spot Masjid Al Hakim untuk relokasi 33 pedagang kaki lima (PKL) berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Padang.

“Pada prinsipnya, Walikota Padang tidak hanya mementingkan kegiatan fisik infrastruktur, melainkan juga mencarikan solusi terhadap PKL yang terlibat berjualan di depan Safari maupun di spot lain pada Jalan Samudera,” ujar Malvi.

Selanjutnya, untuk kawasan Kota Tua, perbaikan trotoar dan jalan akan difokuskan pada kawasan Klenteng.

“Ini harapan kita juga menjadi spot baru atau harapan baru, menjadi tempat kunjungan wisata baru yang berfokus di spot Kota Tua. Kami berharap pengerjaan proyek fisik ini tepat mutu dan tepat waktu, serta tidak ada persoalan yang mengganjal di kemudian hari,” pungkas Malvi.

(Obral)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT