Kota PayakumbuhPendidikan

PGRI Payakumbuh Merasa Prihatin Terkait Permasalahan Jual Beli LKS

466
pertemuan bersama Kepala SD
Pertemuan bersama Kepala SD. (f/ist)

Mjnews.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Payakumbuh merasa prihatin terkait permasalahan kepala sekolah yang menjual buku LKS (lembar kerja siswa) yang berujung pemanggilan ke Polres Payakumbuh.

Dalam acara pertemuan bersama Kepala SD (Sekolah Dasar), pengurus PGRI Kota Payakumbuh menyampaikan beberapa hal, bertempat di SD 18 Kelurahan Padang Datar Tanah Mati, Kecamatan Payakumbuh Barat, Jumat 02 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kota Payakumbuh, Drs. Safwan kepada wartawan mengatakan, dirinya bersama pengurus PGRI kota Payakumbuh lainnya merasa prihatin atas persoalan penjualan LKS di Sekolah Dasar yang b”erujung pemanggilan ke Polres Payakumbuh.

“Sesama profesi tentu kami sangat merasa empati apa yang dirasakan oleh kawan-kawan kepala sekolah,” katanya didampingi pengurus PGRI lainnya, Sabtu 03 Mei 2025.

Safwan berharap agar persoalan penjualan LKS tersebut bisa diselesaikan oleh Inspektorat kota Payakumbuh, dan dia juga mengingatkan kepada kepala sekolah Dasar agar hal ini menjadi pelajaran dan tidak mengulangi lagi.

Sementara itu, Dewan Pembina PGRI kota Payakumbuh, Mesrawati, S.Pd, yang hadir saat pertemuan dengan Kepala Sekolah Dasar tersebut juga memberikan tanggapan. Dia menilai peningkatan kompetensi guru sebagai kunci pendidikan berkualitas.

“Oleh karena itu, persoalan penjualan LKS ini segera diselesaikan, tanpa merugikan pihak manapun,” sebut putri Koto Nan Ampek itu.

Dikatakan anggota Komisi C DPRD Payakumbuh itu, ia berkomitmen memberikan edukasi dan advokasi bagi guru, sekaligus juga mendorong kerja sama lebih erat antara Dinas Pendidikan kota Payakumbuh dengan PGRI. Tujuannya adalah menjadikan PGRI sebagai mitra utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

“PGRI harus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah terkhusus dinas Pendidikan untuk menciptakan guru-guru yang berdaya, memiliki kompetensi yang kuat, baik secara fisik, sosial, pedagogik, kepribadian, maupun profesionalisme,” tutup srikandi legislator DPRD kota Payakumbuh itu.

(Yud)

Exit mobile version