pemkab muba
BeritaKota Payakumbuh

Kartini di Payakumbuh, Eni Zulmaeta: Dari Sampah, Perempuan Payakumbuh Bangun Kemandirian Ekonomi

172
×

Kartini di Payakumbuh, Eni Zulmaeta: Dari Sampah, Perempuan Payakumbuh Bangun Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis bicara soal pemberdayana perempuan melalui sampah
Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis. (f/pemko)

Diketahui, The Sak adalah brand tas dan aksesori fashion asal AS yang terinspirasi oleh kerajinan tangan tradisional Bali.

Produk rajutan tersebut memadukan sentuhan budaya lokal dengan gaya santai khas California.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, beberapa pengrajin sudah meraup omzet hingga puluhan juta rupiah, dan produknya sudah merambah mancanegara,” ujarnya.

Spirit Kartini, perempuan membangun usaha mandiri

Bagi Eni, spirit Kartini hari ini menemukan bentuknya dalam tindakan nyata. Dari rumah-rumah sederhana, perempuan mulai membangun usaha mandiri dan berkontribusi pada ekonomi keluarga.

Rantai ekonomi yang terbentuk mulai dari pengolahan sampah, budidaya maggot, hingga sektor peternakan dan kerajinan, menciptakan efek berantai yang menggerakkan masyarakat.

Ia menilai, jika dikelola secara konsisten, Payakumbuh berpeluang menjadi salah satu daerah pemasok kebutuhan ayam bagi wilayah sekitarnya.

Namun lebih dari itu, yang ingin dibangun adalah kesadaran kolektif bahwa perubahan dapat dimulai dari hal kecil.

“Perempuan tidak boleh hanya jadi penonton perubahan. Kita harus jadi penggerak, mengubah yang sederhana menjadi bernilai, menghidupkan yang terabaikan menjadi kekuatan,” ujarnya.

Di Payakumbuh, makna itu jelas terlihat. Dari sampah yang diolah, dari benang yang dirajut, hingga dari langkah kecil di ruang domestik—semuanya bergerak menuju satu tujuan: kemandirian.

Dan seperti cahaya yang dahulu diperjuangkan Kartini, kekuatan itu kini hidup dalam karya dan tindakan perempuan-perempuan yang memilih untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga bergerak.

“Dari hal yang sering diabaikan, kita belajar memberi makna dan dari tangan yang tulus bekerja, perubahan perlahan menemukan jalannya,” pungkasnya.

(MC/Yud)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT