Ia berharap strategi tersebut mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Sebagai mentor, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengapresiasi kedua inovasi tersebut karena dinilai menjawab kebutuhan daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, proyek perubahan dalam PKN Tingkat II tidak boleh berhenti sebagai tugas akademik, tetapi harus menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Dua proyek perubahan yang dipresentasikan hari ini sangat relevan dengan kebutuhan Kota Payakumbuh. Kelas BerNALAR diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi, sementara Payakumbuh Resik menjadi strategi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Pemerintah Kota Payakumbuh siap mendukung implementasi kedua inovasi tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Rida.
Seminar implementasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh Dafrul Pasi M, S.IP., M.M. Kehadirannya mencerminkan dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap penguatan kompetensi kepemimpinan aparatur sekaligus memastikan setiap inovasi yang lahir dari PKN Tingkat II dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Melalui inovasi di bidang pendidikan dan pengelolaan lingkungan yang dipresentasikan dalam PKN Tingkat II, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan langkah nyata membangun birokrasi yang adaptif, menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Wali Kota Zulmaeta.
(MC)












