BeritaKota Payakumbuh

94 Pejabat Pemko Payakumbuh Ikuti Sosialisasi Manajemen Talenta

22
Pejabat Pemko Payakumbuh Ikuti Sosialisasi Manajemen Talenta
Pejabat Pemko Payakumbuh Ikuti Sosialisasi Manajemen Talenta. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Payakumbuh mulai menerapkan manajemen talenta sebagai instrumen untuk memperkuat sistem merit dalam tata kelola kepegawaian, dengan menempatkan kualifikasi, kompetensi, potensi, dan rekam jejak kinerja sebagai dasar penempatan dan pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN).

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta mengatakan penerapan manajemen talenta merupakan tonggak penting untuk membangun birokrasi yang profesional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh di Aula Pertemuan Josrizal Zain Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Selasa (8/9/2026).

ADVERTISEMENT

“Manajemen Talenta adalah wujud komitmen nyata Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menerapkan Sistem Merit. Penempatan dan promosi ASN ke depan murni berbasis data yang terukur, yaitu kualifikasi, kompetensi, potensi, dan rekam jejak kinerja, tanpa ada pertimbangan subjektif,” ujar Zulmaeta.

Sosialisasi yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh itu merupakan tindak lanjut Keputusan Kepala BKN Nomor 703 Tahun 2026 tentang Persetujuan Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh.

Kegiatan tersebut diikuti 94 pejabat pimpinan tinggi pratama dan perwakilan pejabat administrator dari perangkat daerah di lingkungan Pemkot Payakumbuh. Sosialisasi menghadirkan Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Purjiyanta beserta tim narasumber dari Kantor Regional XII BKN.

Zulmaeta mengatakan penerapan manajemen talenta juga membuka peluang pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) melalui talent pool sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga proses pengisian jabatan dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas. Tidak ada tendensi lain. Tujuannya agar setiap ASN dapat bekerja sesuai bidang dan keahliannya sehingga roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan responsif,” tegasnya.

Ia meminta ASN tidak bersikap pasif dalam pengembangan karier. Setiap aparatur, menurut dia, harus memiliki inisiatif meningkatkan kapasitas, menunjukkan kinerja, dan mengembangkan potensi karena hal tersebut menjadi bagian penting dalam pemetaan talenta.

Zulmaeta juga menekankan peran pimpinan perangkat daerah dan pejabat penilai dalam memastikan proses pemetaan berlangsung objektif dan transparan.

“Penilaian yang tidak akurat akan merusak peta talenta daerah dan merugikan organisasi secara keseluruhan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Zulmaeta mengingatkan seluruh ASN untuk memegang nilai kepemimpinan yang diusung bersama Wakil Wali Kota melalui Trilogi ZuZeMa, yakni Kejujuran, Loyalitas, dan Profesionalisme.

“Jabatan yang Saudara emban hari ini bukan hadiah, melainkan kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat. Pegang teguh Trilogi Zuzema: Kejujuran, Loyalitas, dan Profesionalisme,” pesannya.

Exit mobile version