PendidikanSumatera BaratTanah Datar

Mahasiswa KKN Unand Sosialisasi Bahaya LGBT di Pesantren Thawalib Tanjung Limau Simabur

136
×

Mahasiswa KKN Unand Sosialisasi Bahaya LGBT di Pesantren Thawalib Tanjung Limau Simabur

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Kkn Unand Sosialisasi Dampak Lgbt Di Pesantren Thawalib Tanjung Limau Simabur
Mahasiswa KKN Unand Sosialisasi Dampak LGBT di Pesantren Thawalib Tanjung Limau Simabur. (f/https://www.instagram.com/kknsimabur22/)

TANAH DATAR, Mjnews.id – Menyikapi maraknya kasus LGBT di Sumatera Barat, KKN Unand mengadakan sosialisasi bahaya LGBT di Pesantren Thawalib Tanjung Limau Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (30/08/2022). Sumatera Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah LGBT terbanyak di tahun 2018.

Sosialisasi ini dilakukan di Pesantren Thawalib Tanjung Limau Simabur karena kebanyakan kasus LGBT ditemukan di lingkungan yang dimana penduduknya homoseksual atau segender baik itu laki-laki maupun perempuan.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Sekolah khusus laki-laki dan perempuan membuat mereka berorientasi pada satu jenis kelamin. Itulah sebabnya di pesantren paling banyak kasus penyimpangan seksual. Tapi itu juga menandakan mereka kurang mendapatkan pendidikan seks.

Pendidikan seks dalam masyarakat tradisional dan konservatif terkadang masih terasa tabu untuk dibicarakan, namun dalam sosialisasi ini berjalan lancar, hal ini dikarenakan Pesantren Thawalib tetap terbuka dan memang ingin mendapatkan pendidikan skes untuk para santriwan dan santriwatinya.

Sosialisasi ini yang bertema “Dampak dan Sikap dalam menghadapi fenomena LGBT“ didampingi oleh Iffa selaku pemberi materi.

Sosialisasi ini berjalan lancar karena para santri sangat aktif dan peka terhadap LGBT yang sedang marak dan merupakan fenomena sosial yang cukup tabu dan sensitif dalam masyarakat khususnya Indonesia.

Sosialisasi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan anak-anak mengenai LGBT serta bagaimana sikap yang harus mereka lakukan ketika menemui fenomena LGBT ini. 

(***)

Kami Hadir di Google News